Rabu, 26/09/2018 16:36 WIB

Demokrat sebut Komisioner Bawaslu Mirip Mandor Zaman Belanda

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyebut komisioner Bawaslu bak mandor zaman Belanda. Sebab, komisioner hanya duduk di belakang meja.

Bawaslu RI

Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyebut komisioner Bawaslu bak mandor zaman Belanda. Sebab, komisioner hanya duduk di belakang meja.

"Kalau jadi komisioner cuma duduk di belakang meja, itu sih bukan pengawas namanya, tapi mirip mandor jaman Belanda," kata Andi, melalui akun twitternya di @AndiArief_, Jumat (31/8).

Padahal, lanjut Andi, negara telah mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk menunjang kinerja Bawaslu dalam mengawasi penyelenggaraan Pemilu serentak 2019.

"Untuk apa bawaslu dibiayai mahal oleh negara kalau jarak saja gak bisa mereka pecahkan. Jakarta Lampung kan hanya urusan 1 jam via pesawat," tegasnya.

Hal itu menanggapi sikap Bawaslu yang menghentikan pengusutan dugaan mahar politik dalam kontestasi Pilpres 2019. Penghentian pengusutan itu dilakukan lantaran Andi sebagai pihak pertama yang menyebut adanya dugaan mahar tidak memenuhi panggilan Bawaslu.

Kata Andi, jika Bawaslu serius dan tidak malas, dapat menemuinya ke Lampung dengan mengirim beberapa komisioner. Meski demikian, Andi menghormati keputusan Bawaslu menutup dugaan mahar yang dilakukan oleh Sandi.

"Bawaslu sudah menutup kasus mahar ini, kita hormati. Catatan saya, kalau hanya ingin menjadikan kasus ini jalan dengan keterangan saya, harusnya dengan ke Lampung komisioner bisa mendapatkannya seperti yang sudah saya tawarkan," kata Andi.

Diketahui, Andi Arief merupakan pihak yang pertama kali menyebut adanya dugaan mahar politik oleh Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS untuk ditunjuk sebagai cawapres untuk mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Lantas, untuk menggali informasi itu, Bawaslu memanggil Andi selaku pihak yang diduga paling mengetahui dan selaku pihak pertama yang mengungkap ke publik. Namun sayang, Andi tidak memenuhi panggilan Bawaslu hingga yang ketiga kalinya.

Pada panggilan yang kedua dan ketiga, Andi mengaku sedang menjaga orang tuanya yang sakit di Lampung. Andi kemudian menawarkan Bawaslu untuk datang ke Lampung atau wawancara melalui video call hingga memberikan kesaksian melalui Bawaslu Lampung.

TAGS : Pilpres 2019 Prabowo Subianto Sandiaga Uno




TERPOPULER :