Minggu, 15/09/2019 17:02 WIB

Idul Adha, Kenapa Menyembelih Hewan?

Anjuran berkuban ini bermula dari kisah Nabi Ibrahim yang mendapat perintah dari Allah SWT melalui mimpinya untuk menyembelih purtranya, nabi Ismail yang kala itu baru tumbuh dewasa.

Suasana usai pemotongan hewan kurban Idul Adha di Masjid Ar Rayyan, Vila Nusa Indah 5, nampak warga berbagi tugas dari memotong, menimbang, hingga membungkus (Foto: Asep Irwansyah/Netizen))

Jakarta - Setiap 10 Dzulhijjah, seluruh umat muslim di segala penjuru dunia melakukan salat sunna Idul Adha dua rakaat. Setelah itu melakukan penyembelihan hewan bagi yang sudah mampu secara materil.

Jika dirunut, maka anjuran berkuban ini bermula dari kisah Nabi Ibrahim yang mendapat perintah dari Allah SWT melalui mimpinya untuk menyembelih purtranya, nabi Ismail yang kala itu baru tumbuh dewasa.

Warga sekitar Masjid Ar Rayyan, Vila Nusa Indah 5 sedang menyeset daging sapi kurban Idul Adha (Foto: Asep Irwansyah/Netizen)

Perintah itu bukan langsung diterima. Ia sering merenungkan perintah Allah itu. Antara mengikuti atau atau menolak. Sangat berat, pasalnya Nabi Ismail merupakan anak yang didamba-dambakan selama puluhan tahun.

Sebagai pesuruh Allah, ia pun bersedia menyembelih putranya. Ia ingin membuktikan ketaatannya kepada Allah. Ia ingin membuktikan bahwa cintanya kepada Allah melebihi apapun termasuk merelakan nyawa anaknya sendiri.

Maka berangkalah Nabi Ibrahim ke Makka, untuk mengabarkan kepada putranya apa yang dilihatnya di dalam mimpi itu. Beruntung Ibrahim dikaruniai anak yang soleh. Mendengar kisah Ayhanya itu, ia pun tak gentar sama sekali mengiyakan perintah Allah  itu. Ia bersedia disembelih oleh ayahnya.

"Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu, " kaka Ismail.

Mendegar seruan anaknya itu, Ibrahim langsung memeluknya sembari menagis, "Bahagialah aku mempunyai seorang putera yang taat kepada Allah, bakti kepada orang tua yang dengan ikhlas hati menyerahkan dirinya untuk melaksanakan perintah Allah."

Dua orang pria saat melakukan penimbangan daging kurban Idul Adha di Masjid Ar Rayyan, Vila Nusa Indah 5  yang akan dibagikan warga sekitar. (Foto: Rusman/jurnas.com)

Saat proses penyembelihan tiba. Diikatlah kedua tangan dan kaki Ismail, dibaringkanlah ia di atas lantai, lalu diambillah parang tajam yang sudah diletakkan pada leher Nabi Ismail dan penyembelihan di lakukan. Anehnya nabi Ismail tetiba jadi seokor domba.

Dari kisah ini, Allah ingin menguji kesungguhan keimanan hambanya. Ibrahim dan Ismail, ayah dan anak yang sudah berhasil memperlihatkan keataatannya kepada Allah. Bukan saja harta bendaya, tapi juga nyawah anaknya.

Jadi Idul adha atau Idul kurban adalah hari di mana Allah menguji kesungguhan hambanya. Bukan menyembelih anaknya, tapi menyembelih sifat hewanianya.


TAGS : Idul Adha Kurban Domba Nabi Ibrahim




TERPOPULER :