Kamis, 04/03/2021 13:01 WIB

Iran "Haramkan" Komunikasi dengan AS

idak akan ada perang, karena, seperti di masa lalu, kita tidak akan pernah memulai perang dan AS juga akan memulai perang, karena itu akan benar-benar berbahaya bagi mereka.

Ayatollah Ali Khamenei (Reuters/Caren Firouz)

Tehran - Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Ali Khamenei tidak akan ada perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Meski begitu, ia mengatakan, tidak akan ada negosiasi antara kedua negara.

"Kita baru berbicang dengan AS, jika kekuatan ekonomi, politik, dan budaya kami tercapai dan ketika tekanan dan sensasi AS tidak dapat memengaruhi kita. Saat ini, negosiasi akan sangat berbahaya bagi kami dan dilarang, katanya saat pertemuan dengan ribuan orang dari berbagai kelas sosial.

"Pemimpin Imam Khomeini melarang pembicaraan dengan Gedung Putih dan saya juga melarangnya," tegas Khamenei, dilansir Tehran Time, Rabu (15/8)

Lebih lanjut ia mengatakan, "Tidak akan ada perang, karena, seperti yang lalu, kita tidak pernah memulai perang dan AS-lah yang memulai perang, karena itu akan benar-benar berbahaya bagi mereka. Iran telah membuktikan bahwa mereka akan melakukan kerusakan yang lebih besar terhadap agresor manapun."

Ia menegaskan, bahwa negosiasi dengan pemerintahan AS saat ini tidak mungkin. "Bahkan jika kami bernegosiasi dengan AS, kami tidak akan pernah mengadakan pembicaraan dengan pemerintahan AS saat ini."

Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada 30 Juli, Donald Trump mengatakan akan bertemu dengan Iran "kapan saja mereka mau" dan tanpa "prasyarat". Seruannya untuk bernegosiasi datang seminggu setela mengancam Iran melalui akun Twitternya.

"Untuk alasan apa kami duduk di meja perundingan dengan penindasan dan rezim yang tidak jujur?" Ayatollah Khamenei bertanya mengacu pada penarikan AS dari kesepakatan nuklir 2015 dan pemulihan sanksi terhadap Iran.

Ayatollah Khamenei menambahkan negosiator Iran melewati beberapa "garis merah" selama negosiasi nuklir yang menghasilkan perjanjian nuklir, secara resmi disebut Rencana Aksi Komprehensif Gabungan.

TAGS : Iran Amerika Serikat Ali Khamenei




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :