Sabtu, 22/09/2018 17:44 WIB

E-Journal Rp14,8 Miliar Bebas Diakses Peneliti dan Mahasiswa

Database e-journal yang dilanggan antara lain EBSCO (Agriculture Plus, Computers & Applied Science, Engineering Source)

Ilustrasi Jurnal (foto: Google)

Surabaya – E-Journal senilai Rp14,8 miliar kini dapat diakses oleh peneliti, dosen, dan mahasiswa di Indonesia secara gratis di laman resmi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), sebagai referensi penelitian dan publikasi.

Database e-journal yang dilanggan antara lain EBSCO (Agriculture Plus, Computers & Applied Science, Engineering Source), Cangage, (Business and Economics, Educational Database, Social Science, Humanities and Arts), ProQuest (Arts & Humanities Biological Science Database).

Sementara khusus lembaga pemerintah non kementerian (LPNK) ditambah dengan database Science Direct (Engineering, Chemical Engineering, Decision Science, Environmental Science, Social, Energy, Chemistry, Earth and Planetary, Biochemistry, Genetics and Molecular Biology) dan Scopus.

Direktur Pengelelolaan Kekayaan Intelektual Kemenristekdikti Sadjuga menjelaskan, statistik jumlah pencarian pada database e-journal yang dilakukan oleh perguruan tinggi pada 2017 sebanyak 3.449.092 pencarian.

Sementara jumlah unduhan fulltext artikel sebanyak 895.311, yang artinya rasio unduhan fulltext dari pencarian sebesar 26%.

“Untuk LPNK, rasio unduhan fulltext dari pencarian sebesar 472% atau 38.865 akses pencarian dan jumlah unduhan sebanyak 183.533 fulltext artikel,” ujar Sadjuga dalam lokakarya peningkatan kompetensi pemanfaatan database e-journal di Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya (14/8).

Masih minimnya publikasi ilmiah peneliti, dosen, dan mahasiswa Indonesia di jurnal ilmiah yang terindeks oleh pengindeks internasional bereputasi, kata Sandjuga, secara umum dikarenakan naskah yang diajukan dinilai kurang bermutu dalam hal orisinalitas dan kebaruan (novelty).

Perihal orisinalitas dan kebaruan inilah sebagai akibat rendahnya akses pada referensi primer atau kekurangmutakhiran referensi database peneliti, dosen, dan mahasiswa Indonesia.

“Kami memahami berlangganan e-journal ini mahal, sehingga akses dosen, peneliti ataupun mahasiswa terhadap referensi primer seperti ini terbatas. Bertahap, jika anggaran lebih besar kami akan berlangganan database e-journal bidang – bidang ilmu yang strategis lainnya, ”sambung Sadjuga.

TAGS : Jurnal Riset Kemristekdikti




TERPOPULER :