Jum'at, 16/11/2018 14:34 WIB

Kenali Tiga Jenis Kulit Bayi Anda

Gangguan kulit adalah salah satu keluhan yang paling sering dialami bayi dengan prevalensi mencapai 70 persen.

Gangguan kulit adalah salah satu keluhan yang paling sering dialami bayi (fOTO: Ilustrasi)

Jakarta - Sejak lahir dan selama masa pertumbuhan, tak jarang bayi menderita gangguan kulit. Ruam ASI, ruam popok, iritasi dan kemerahan umum terjadi karena kulit bayi lebih sensitif dan rentan terhadap lingkungan sekitarnya.

American Academy of Family Physicians (AAFP) menjelaskan bahwa gangguan kulit adalah salah satu keluhan yang paling sering dialami bayi dengan prevalensi mencapai 70 persen sehingga menjadi sumber kekhawatiran yang besar bagi orangtua.

Hasil dari riset Mustela yang dipublikasi di British Journal of Dermatology menunjukkan bahwa kulit bayi berumur 0-2 tahun memiliki beberapa perbedaan utama dibandingkan kulit dewasa.

Pertama, lapisan pelindung kulit bayi masih belum matang dan sangat rapuh, sehingga perlu dilindungi dan diperkuat. Kulit bayi dibawah 2 tahun juga cenderung kering, sehingga perlu terus dijaga kelembabannya sejak lahir.

Riset juga menemukan bahwa kulit bayi menyimpan kekayaan stem cell yang berperan untuk regenerasi kulit dan menentukan kualitas kulit bayi hingga dewasa nanti.

Akan tetapi, karena berbagai faktor lingkungan seperti polusi udara, sinar UV dan penggunaan bahan kimia, jumlah stem cell kulit menurun drastis sejak bayi lahir hingga usianya 2 tahun. Riset juga menemukan bahwa bayi terlahir dengan jenis kulit yang berbeda-beda.

Brand Manager Mustela Indonesia Mohamd Nurhadi mengatakan saat-saat merawat bayi seharusnya menjadi momen keakraban yang spesial antara ibu dan anak. Namun tidak jarang momen ini terganggu karena timbulnya kekhawatiran akan banyaknya gangguan kulit yang dapat menimpa bayi.

"Kita harus paham, masing-masing bayi mempunyai karakteristik kulit yang berbeda, dan tentu mempunyai kebutuhan perawatan yang berbeda juga. Perawatan kulit yang tepat akan menjamin kebutuhan kulit bayi terpenuhi, sekaligus menjaga kualitas kulit sampai dewasa nanti,” jelasnya.
 
Kampanye Kenali Jenis Kulit Bayimu memberikan edukasi mengenai 3 jenis kulit bayi yang bisa dikenali dengan mudah.

Pertama adalah jenis kulit normal, dimana tekstur kulit bayi terasa lembut, lembab dan bersih. Jenis kulit ini sangat mudah untuk dideteksi karena teksturnya yang halus ketika disentuh.

Kedua adalah jenis kulit kering dimana tekstur kulit bayi cenderung kasar, bersisik dan terkadang mengelupas. Jenis kulit kering dapat muncul karena beberapa faktor seperti faktor genetik, lingkungan yang tidak bersih ataupun penggunaan produk perawatan kulit yang tidak cocok.

Ketiga adalah jenis kulit dermatitis atopik atau eksim, dimana tekstur kulit bayi terasa sangat kering, sering muncul bercak merah, terasa gatal, ada  faktor  genetik  dan  umumnya  terjadi  pertama  kali  saat  bayi  berusia  2  bulan hingga 1 tahun.

TAGS : Bayi Kulit Gangguan Sensitif




TERPOPULER :