Jum'at, 26/02/2021 02:06 WIB

4 Juta Warga India Terancam Kehilangan Kewarganegaraan

Nasib mereka yang terancam kehilangan kewarganegaraan karena konsekuensi dari proses ini masih belum jelas.

Ilustrasi 4 juta warga India terancam kehilangan kewarganegaraan

New Delhi - Pemerintah India mengeluarkan daftar warga yang tak mencatat lebih dari empat juta orang di Negara Bagian Assam di sebelah timur laut India. Kebijakan tersebut dapat membuat keempat juta orang tersebut tak bernegara.

Otoritas menerbitkan draf yang diketahui bernama Daftar Warga Negara Nasional (National Register of Citizens/NRC) pada Senin. Menurut daftar itu, 29 juta orang masuk ke dalam NRC dari 39 juta orang yang melakukan registrasi, sehingga 4 juta orang tak masuk daftar.

"Amnesty International India sangat khawatir proses NRC di Assam akan membuat sejumlah besar orang tak bernegara," kata manajer program lembaga ini di India, Arijit Sen.

"Bukan tidak mungkin proses ini akan secara sewenang-wenang membatasi orang-orang yang telah tinggal di India selama puluhan tahun, dari kewarganegaraan mereka," ujar Sen melalui pernyataan.

"Kita harus memastikan tidak ada keluarga yang dipisahkan, dan bantuan hukum harus disediakan kepada mereka yang berisiko kehilangan kewarganegaraan mereka," sambungnya.

Menurut Sen, nasib mereka yang terancam kehilangan kewarganegaraan karena konsekuensi dari proses ini masih belum jelas.

"India tidak punya perjanjian dengan negara-negara lain, terutama Bangladesh, soal deportasi. Sangat penting untuk pemerintah mengumumkan rencana mereka terhadap masyarakat yang terancam tak bernegara dan memastikan hak-hak mereka tidak dilanggar," ujar dia.

Mereka yang namanya tidak ada dalam daftar pun merasa ketakutan status warga negara mereka akan dicabut. Proses untuk mengajukan banding akan dimulai pada 30 Agustus dan berlanjut sampai 30 September, kata pejabat pemerintah.

"Ini hanya draf, belum daftar NRC final," kata Menteri Dalam Negeri India Rajnath Singh. (aa)

TAGS : India Amnesty International




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :