Sabtu, 04/07/2020 12:02 WIB

Durian Lokal Indonesia Siap Bersaing di Pasar Internasional

Dirjen Hortikultura, Hortikultura (Foto: Ist)

Kalbar - Musim durian lokal sedang melanda Kalimantan Barat. Hampir seluruh daerah penghasil durian di provinsi tersebut sedang panen. Buah durian pun memenuhi pasar tradisional dan emperan jalan di berbagai kota di Kalbar, sehingga dilakukan kontes durian lokal unggulan di Sanggau.

"Saya apresiasi Provinsi Kalbar dan Kabupaten Sanggau menyelenggarakan kontes durian lokal ini, agar dilakukan kontes, pameran, ekspo dan promosi yang sama oleh kabupaten dan provinsi lain" ujar Suwandi Direktur Jenderal Hortikultura saat menghadiri kontes durian lokal di Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kalimantan Barat, Jumat (27/7).

Suwandi menekankan dari sisi produksi, Kementan terus mengembangkan kawasan hortikultura seperti durian, jeruk, cabai, bawang dan lainnya. Bahkan hingga membangun aspek hulu hingga hilir, sistem perbenihan serta pasca panen dan pengolahan.

"Juga termasuk kemitraan pelaku usaha dengan petani, sehingga keduanya saling menguntungkan. Ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk membangun kawasan pertanian dan mensejahterakan petani," ujarnya.

Pada sisi demand, sambung Suwandi, Kementan terus mendorong konsumsi pangan lokal. Kongretnya, durian lokal ini agar hadir di meja makan, restoran-restoran, pasar dan bahkan harus mampu diekspor.

"Durian lokal rasanya super enak. Cintai produk petani, sayangi produksi dalam negeri," ungkapnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan  Kabupaten Sanggau, John Hendri mengatakan kontes durian ini diikuti 102 kontestan dengan berbagai varietas lokal. Yakni kelomui, keropu, binong, kulit sapi, tembaga, bari, nijou, tajau, belimbing, kabau, kerona, bakul, bay patek, merah, singku, karois, srombut dan lainnya.

"Tujuan kontes untuk sosialisasi durian lokal dan melestarikan plasma nutfah (gen alami pohon, Red) dan dijadikan ajang pencarian pohon induk," ujarnya.

"Pohon induk ini akan dijadikan sumber benih dan hasil benih diedarkan ke para petani setelah didaftarkan varietas dan dilabelisasi," tambahnya.

Kriteria penilaian kontes meliputi rasa, warna daging, penampilan, tekstur, ketebalan daging buah, rendemen buah, potensi hasil, bobot, dan struktur. Selain kriteria tersebut di atas, aroma buah dan rasa yang unik juga menjadi salah satu poin lebih untuk menjaring durian unggul.

Eksplorer durian dunia, Karim Aristides yang hadir untuk menjadi juri kontes mengakui sangat menikmati dan menantikan event ini.  Dia sendiri sudah mengklasifikasi jenis-jenis durian yang tumbuh di Balai Karangan sejak tahun 2007.

Menurut Karim, durian terbaik tidak berasal dari perkebunan besar, melainkan dari kebun kecil atau pohon durian yang berada di hutan. Hal ini berhubungan dengan jenis tanah dan skema penyerbukannya yang alami.

"Saya sudah keliling Indonesia dan negara-negara di Asia Tenggara hanya untuk mencicipi durian. Dari Aceh hingga Papua sudah saya jelajahi, tetapi durian terbaik memang ada di Kalbar. Tepatnya durian dari hutan di Balai Karangan, Kabupaten Sanggau. Ini durian terbaik di dunia. Thailand pun kalah," bebernya.

"Saya telah temukan ada 18 jenis durian yang khas dari Balai Karangan.  Jenisnya adalah Durian Parong, Srombuti la, Liok, Linta Kalimantan Barat. Di daerah lain pun kalah," jelasnnya.

TAGS : durian kalimantan barat Suwandi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :