Selasa, 24/11/2020 22:56 WIB

Akhirnya, Ilmuwan Temukan Danau Air Terbesar di Mars

Temuan ini meningkatkan harapan untuk menemukan lebih banyak air, dan bahkan spekulasinya adanya kehidupan di Planet Merah tersebut.

Permukaan Mars

New York – Sebuah danau air terbesar ditemukan untuk pertama kalinya di Mars. Temuan ini meningkatkan harapan untuk menemukan lebih banyak air, dan bahkan spekulasinya adanya kehidupan di Planet Merah tersebut.

Menurut laporan yang dirilis di jurnal Science pada Rabu (25/7), danau air Mars terletak di bawah lapisan es Mars. Danau ini memiliki lebar hingga 20 kilometer.

“Ada air di sana. Kami tidak ragu lagi,” kata manajer misi Mars Express di badan antariksa Italia, Enrico Flamini kepada awak media.

Mars saat ini memiliki suhu dingin, tanah tandus dan kering. Akan tetapi biasanya hangat dan basah. Menurut ilmuwan, plaanet itu adalah rumah bagi banyak air dan danau cair setidaknya 3,6 miliar tahun yang lalu.

Dengan penemuan tersebut, para ilmuwan makin bersemangat menemukan tanda-tanda air kontemporer. Sebab itu adalah kunci untuk membuka misteri apakah kehidupan pernah terbentuk di Mars di masa lalu kuno, dan apakah itu mungkin bertahan hari ini.

"Ini adalah hasil menakjubkan yang menunjukkan air di Mars bukanlah tetesan sementara seperti penemuan sebelumnya, tetapi mengalir dan menyediakan kondisi untuk kehidupan dalam waktu yang lama," jelas profesor asal Swinburne University, Australia kata Alan Duffy, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Ilmuwan menuturkan, danau khusus ini tidak akan dapat diminum, dan letaknya pun hampir satu mil (1,6 kilometer) di bawah permukaan es di lingkungan yang keras dan dingin. Apakah ada kehidupan mikroba di dalamnya sampai kini masih dalam perdebatan.

Beberapa ahli skeptis tentang kemungkinan tersebut, karena danau sangat dingin dan asin, dicampur dengan garam dan mineral Martian yang terlarut berat.

Suhu mungkin di bawah titik beku air murni, tetapi danau dapat tetap cair karena adanya magnesium, kalsium dan natrium.

"Ini adalah penemuan signifikansi yang luar biasa, dan pasti akan meningkatkan spekulasi tentang keberadaan organisme hidup di Planet Merah," ujar peneliti dari Observatorium Astronomi Australia Fred Watson.

"Perhatian perlu dilakukan, karena konsentrasi garam yang diperlukan untuk menjaga cairan air bisa berakibat fatal bagi kehidupan mikroba yang mirip dengan Bumi," tambah Watson.

TAGS : Mars NASA Astronot Luar Angkasa




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :