Sabtu, 22/09/2018 22:04 WIB

Golkar: Pendamping Jokowi Harus Memperkuat Industri

Meski tidak berpikir soal calon wakil presiden (Cawapres), Partai Golkar menyarankan figur ideal pendamping Presiden Jokowi dalam mkontestasi Pilpres 2019 mendatang.

Ketua DPP Partai Golkar, Eka Sastra (tengah) dalam diskusi bertajuk Mencari Pendamping Jokowi: Visi Ekonomi Cawapres 2019 yang digelar Jurnas.com

Jakarta - Meski tidak berpikir soal calon wakil presiden (Cawapres), Partai Golkar menyarankan figur ideal pendamping Presiden Jokowi dalam mkontestasi Pilpres 2019 mendatang.

Ketua DPP Partai Golkar Eka Sastra mengatakan, pendamping Jokowi harus piawai dalam hal ekonomi. Hal itu bertujuan agar perekonomian Indonesia stabil di tengah kondisi ketidakpastian global.

"Bagi Golkar, kalau diminta pasti diberikan. Yang jelas, pendamping bagi Jokowi harus memperkuat industri agar fundamental ekonomi aman di tengah tekanan global," kata Eka, dalam sebuah diskudi bertajuk "Mencari Pendamping Jokowi: Visi Ekonomi Cawapres 2019", di Kawasan Cikini, Jakarta, Jumat (20/7).

Kata Eka, sedikitya ada empat isu yang menjadi fokus Golkar saat ini. Elemen ini diantaranya stabilitas pangan dan ketersediaan lapangan kerja.

"Semua isu terkait kesejahteraan rakyat. Industri 4.0 juga penting karena sejalan generasi milenial dan perubahan struktur produksi juga konsumsi," terangnya.

Eka menegaskan, figur cawapres idealnya mengerti betul konsep revolusi industri 4.0. Sebab, saat ini konseptualnya lebih banyak menganut paham konvensiaonal.

"Saat ini perubahannya memakai konsep digital. Artinya, semua juga harus menyesuaikan. Konsep konvensional ini harus ditinggalkan. Frame ke depan mengacu industri 4.0," jelas Eka.

Saat ini, kata Eka, semua negara sudah menjalankan transformasi struktural dari sektor petanian lalu menuju industri. Dari industri lalu berganti menuju sektor jasa.

"Ekonomi domestik harus lebih diperkuat. Ini untuk menahan tekanan ekonomi global. Transformasi lintas sektoral harus didorong lebih cepat dan menyeluruh. Idealnya tenaga kerja di bidang pertanian masuk sebagai industri padat karya," tegasnya.

Anggota Komisi VI DPR itu menjelaskan, ekonomi memang menjadi tantangan Indonesia ke depan. Untuk itu, ia meminta setiap poros kekuatan koalisi mengeluarkan gagasan terkait masa depan ekonomi.

"Artinya, apakah pro pasar bebas atau masih perlu negara dilibatkan untuk mengatasi persoalan ekonomi. Dalam kontestasi Pilpres, perdebatan harusnya mengarah pada gagasan ekonomi yang akan dipilih dan jalankan," katanya.

TAGS : Pilpres 2019 Cawapres Presiden Jokowi Golkar




TERPOPULER :