Selasa, 25/09/2018 01:24 WIB

Kelompok Pribumi Dibutuhkan Demi Menjaga Kelestarian Bumi

kelompok pribumi menggunakan atau memiliki hak pengelolaan atas lebih dari seperempat permukaan tanah Bumi. Kelompok pribumi menguasai sekitar 14,6 juta mil persegi.

Ilustrasi Alam (foto:UPI)

Jakarta - Penelitian yang dilakukan para peneliti universitas di Australia menunjukkan bahwa peran masyarakat adat dalam pengelolaan lahan dan konservasi sangat penting dalam menjaga kelestarian bumi.

Menurut penelitian tersebut, kelompok pribumi menggunakan atau memiliki hak pengelolaan atas lebih dari seperempat permukaan tanah Bumi. Kelompok pribumi menguasai sekitar 14,6 juta mil persegi.

Sekitar 40 persen tanah terestrial bumi yang dilindungi terdiri dari areal yang dikuasai oleh kelompok pribumi.

Penelitian baru, yang diterbitkan minggu ini dalam jurnal Wildlife Conservation Society, menyoroti pentingnya kelompok masyarakat adat untuk konservasi tanah di seluruh dunia.

"Memahami luasnya lahan di mana masyarakat adat mempertahankan hubungan tradisional sangat penting untuk beberapa kesepakatan konservasi dan iklim," kata Stephen Garnett, seorang profesor di Charles Darwin University di Australia, dalam sebuah siaran pers.

"Tidak sampai kami mengumpulkan informasi publikasi terbaik yang tersedia tentang tanah Adat, kami benar-benar menghargai pengaruh luar biasa dari pengaruh Penduduk Asli," tambahnya.

Survei terbaru ini menandai pertama kalinya para ilmuwan telah memetakan klaim darat dari kelompok-kelompok pribumi. Sekitar 370 juta orang menganggap diri mereka pribumi, anggota atau keturunan kelompok yang menduduki tanah sebelum penaklukan atau penjajahan.

"Kami tidak terkejut ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Butuh waktu tiga tahun untuk melacak sumber data yang kredibel dari seluruh dunia," kata Ian Leiper, juga dari Charles Darwin University.

Banyak kelompok masyarakat adat berkomitmen untuk upaya konservasi. Penulis studi terbaru mengatakan survei mereka menyoroti pentingnya kepemimpinan dan kerja sama mereka dalam perlindungan lanskap ekologis yang berharga.

Meskipun ada hubungan antara kontrol tanah adat dan upaya konservasi yang berhasil, banyak penduduk asli menghadapi tekanan kemiskinan dan kerawanan pangan. Mereka rentan terhadap tekanan pembangunan.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa lahan dengan hubungan terkuat dengan kelompok penduduk asli adalah yang paling mungkin terkena dampak pembangunan, bukti lebih lanjut bahwa mendukung klaim adat atas tanah merupakan bagian penting dari konservasi tanah.

"Di tempat saya bekerja di Afrika tengah, masyarakat adat identik dengan hutan hujan tropis dalam kondisi terbaik," kata John E. Fa, profesor di Pusat Penelitian Kehutanan Internasional di Manchester Metropolitan University.

"Tetapi perubahan sedang terjadi dengan cepat. Memberdayakan masyarakat adat akan menjadi kunci untuk melestarikan hutan-hutan ini."

TAGS : Pribumi Tanah Adat Bumi Penelitian




TERPOPULER :