Minggu, 18/11/2018 02:02 WIB

Mengenal Skoliosis dan Faktor Penyebabnya

Perlu diketahui jika Skoliosis dapat terjadi pada anak-anak dan dewasa.

Skoliosis dapat terjadi pada anak-anak dan dewasa (Foto: Istimewa)

Jakarta - Skoliosis merupakan kelainan pada rangka tubuh yang berupa kelengkungan tulang belakang. Skoliosis dapat terjadi pada anak-anak dan dewasa. Pada anak-anak, skoliosis dapat berubah menjadi kondisi yang serius seiring dengan pertumbuhannya.

Fisioterapis Scoliosis Care Nistriani T. P Kusaly, skoliosis juga dapat terjadi pada orang dewasa yang tidak memiliki sejarah kondisi ini, dikarenakan degenerasi pada tulang belakang dan faktor usia bertambah tua.

"Jika skoliosis dapat terdeteksi atau ditemukan lebih awal, pasien dapat menghindari gejala-gejala kondisi yang lebih parah. Bila dibiarkan saja tanpa penanganan atau perawatan, skoliosis terkadang perlu diambil tindakan pembedahan," paparnya dalam Seminar Skoliosis di Jakarta, Selasa (17/7).

Skoliosis dapat terjadi pada anak-anak dan dewasa. Pada anak-anak skoliosis dapat tumbuh menjadi kondisi yang serius karena dapat berkembang sangat cepat seiring pertumbuhannya.

Skoliosis juga dapat terjadi pada orang dewasa yang tidak memiliki sejarah kondisi ini akibat dari degenerasi pada tulang belakang dan usia bertambah tua.

Skoliosis berasal dari kata Yunani yang berarti lengkungan, mengandung arti kondisi patologi. Merupakan deformitas tulang belakang yang menggambarkan deviasi vertebra ke arah lateral dan rotasional. Skoliosis didefinisikan sebagai kelengkungan tulang belakang ke arah lateral yang memiliki sudut Cobb lebih dari 10 derajat.

Kelengkungan yang abnormal tersebut bisa terjadi karena kelainan kongenital, kelainan pembentukan tulang atau kelainan neurologis, tapi pada sebagian kasus bersifat idiopatik.

Nistriani menilai masyarakat masih kurang menyadari tentang pentingnya edukasi skoliosis, padahal prevalensi skoliosis makin meningkat yaitu sekitar 3% di dunia dan 4-5% di Indonesia.

Skoliosis dapat terjadi sejak balita dan kanak-kanak yaitu usia 0-3 tahun (infantile), 4-9 tahun (juvenile), 10-19 tahun (adolescent), dan lebih dari 19 tahun (adult). Progresivitas skoliosis terjadi pada umur 10-18 tahun.

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, skoliosis lebih banyak terjadi pada perempuan. Dari keseluruhan skoliosis yang terjadi, sebanyak 80% merupakan skoliosis idiopatik.

Skoliosis dapat terjadi karena faktor genetik, kelainan kongenital atau bawaan dari lahir, kelainan pembentukan tulang atau kelainan neurologis dan habitual atau kebiasaan dalam membawa barang berat," urainya.

TAGS : Skoliosis Tulang Belakang Lengkungan Kesehatan




TERPOPULER :