Jum'at, 21/09/2018 02:59 WIB

Pernikahan Anak, KPPPA: Jadi Tanggung Jawab Kami

Hingga saat ini KPPPA masih terus konsisten mensosialisasikan bagaimana mengakhiri kekekerasan dan pernikahan anak.

Menteri Yohana pastikan kasus pernikahan anak di Tapin sudah diselesaikan (Foto: Ecka Pramita)

Jakarta - Selain acara penganugerahaan Kota Layak Anak 2018 yang menjadi bagian dari rangkaian acara puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2018, momen HAN juga akan diisi dengan komitmen pemerintah terhadap kasus perkawinan anak.

Menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, tema GENIUS yang diambil dari HAN 2018 merepresentasikan kasus yang terjadi belakangan ini.

"Kegiatan positif dan sportif bagi anak sangat diperlukan dalam sebuah keluarga dan lingkungan terdekat anak, agar anak-anak merasa aman dam bahagia dan bisa menjalankan kegiatan sesuai perannya," ujar Yohana saat ditemui di Jakarta, Senin (16/7).
 
Sampai saat ini bahkan, lanjut Yohana, pihaknya masih terus mensosialisasikan bagaimana mengakhiri kekekerasan anak dan pernikahan usia anak. Masalah pernikahan anak tetap masuk program penting yang perlu dibahas di acara HAN 2018.

"Masih terdapat kontradiktif antara UU Perlindungan Anak dengan UU Perkawinan, dan selama ini kami masih konsisten menjalankan UU Pelindungan Anak," tegas Yohana.
 
Merujuk kasus perkawinan anak di Tapin, Kalimantan Selatan pihaknya telah menganggap tidak sah. "Pernikahan sudah dianggap tidak sah dan pasangan sudah dipisahkan. Kasus ini menjadi tanggung jawab pemerintah pusat untuk melakukan pendampingan anak sampai mereka lulus sekolah," ucapnya.

TAGS : Perkawinan Anak Yohana Yembise Tapin




TERPOPULER :