Selasa, 16/10/2018 15:23 WIB

Trump Sebut Iran Makin `Kacau`

Rusia masih mendukung perjanjian nuklir karena melakukan bisnis dengan rezim di Teheran, sehingga perjanjian itu untuk kepentingan Moskow.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Reuters)

Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan, Iran sedang bergolak oleh kerusuhan sejak ia menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 dan bahwa Washington mendukung para pengunjuk rasa.

Trump, yang diwawancarai setelah pertemuan puncaknya di Helsinki dengan Presiden Vladimir Putin, mengatakan, Rusia masih mendukung perjanjian nuklir karena melakukan bisnis dengan rezim di Teheran, sehingga perjanjian itu untuk kepentingan Moskow.

"Ini tidak baik untuk kita atau untuk dunia, tetapi mereka memiliki kerusuhan di semua kota mereka," kata Trump kepada Fox News.

"Inflasi merajalela, bukan berarti Anda ingin menyakiti siapa pun, tetapi rezim itu tidak akan membiarkan orang-orang tahu bahwa kita berada di belakang mereka 100 persen.

"Mereka melakukan protes besar di seluruh daerah di Iran, mungkin sebesar yang pernah mereka alami sebelumnya. Dan pertempuran terjadi sejak saya mengakhiri kesepakatan itu, jadi kami akan lihat," tambahnya.

Atas keberatan sekutu, Trump pada Mei menarik Gedung Putih dari kesepakatan nuklir yang ditandatangani antara Teheran dan kekuatan dunia pada tahun 2015.

Trump menerapkan kembali sanksi AS yang telah ditangguhkan sebagai imbalan untuk kontrol atas program nuklir Teheran, yang secara efektif menghalangi banyak perusahaan multinasional untuk melakukan bisnis di Iran.

Ekonomi Iran mulai terganggu sejak Trump mengumumkan keluar dari pakta itu. Inflasi mengalami peningkata tajam, dan nilai tukar mata uang jatuh hampir 50 persen  terhadap dolar AS, mendorong protes awal bulan ini di Grand Bazaar Teheran.

TAGS : Amerika Serikat Rusia Iran




TERPOPULER :