Selasa, 21/08/2018 05:35 WIB

AS Ogah Spesialkan Prancis

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan bahwa Departemen Keuangan AS telah secara resmi memberi tahu Paris bahwa tidak ada pengecualian akan diberikan kepada perusahaan Prancis

Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire

Jakarta - Pemerintah Prancis mengatakan bahwa Amerika Serikat telah menolak permintaannya untuk membebaskan perusahaan-perusahaan Prancis dari sanksi-sanksi yang direncanakan Washington untuk diberlakukan terhadap Iran.

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan bahwa Departemen Keuangan AS telah secara resmi memberi tahu Paris bahwa tidak ada pengecualian akan diberikan kepada perusahaan Prancis untuk berurusan dengan Iran setelah sanksi kembali diberlakukan.

"Kami baru saja menerima tanggapan Menteri Keuangan Steve Mnuchin: itu negatif," kata Le Maire dilansir PressTV.

Menteri Perancis mengatakan Eropa perlu bereaksi cepat dan melindungi kedaulatan ekonominya. "Eropa harus menyediakan diri dengan alat yang dibutuhkan untuk mempertahankan diri terhadap sanksi ekstra-teritorial," katanya.

Menteri luar negeri dan keuangan Perancis, Jerman dan Inggris menulis surat kepada para pejabat senior AS bulan lalu, memilih daerah-daerah utama yang mereka ingin dikucilkan dari sanksi AS.

Dalam surat mereka, para menteri Eropa menginginkan bidang-bidang utama, termasuk farmasi, kesehatan, energi, otomotif, penerbangan sipil, infrastruktur, dan perbankan untuk dikecualikan.

Para menteri telah mengatakan langkah-langkah AS, termasuk sanksi sekundernya yang dapat mencegah Uni Eropa dari terus menegakkan perjanjian nuklir 2015 dengan Iran, akan merugikan kepentingan keamanan Eropa.

Sebelumnya pada bulan Juni, Le Maire mengatakan bahwa Eropa harus membangun lembaga keuangan independen yang akan kebal terhadap hukuman AS yang katanya sudah membuat mustahil bagi perusahaan-perusahaan Eropa untuk melakukan bisnis dengan Iran.

Beberapa perusahaan besar Prancis seperti perusahaan raksasa energi Total dan produsen mobil PSA telah menghentikan kegiatan mereka di Iran, tetapi Renault mengatakan akan bertahan.

Pada bulan Mei, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa ia akan menarik Amerika keluar dari perjanjian nuklir dengan Iran dan memaksakan kembali sanksi yang telah direncanakan untuk dicabut.

TAGS : Prancis AS Iran




TERPOPULER :