Jum'at, 20/07/2018 13:36 WIB

Buddha Swat, Simbol Toleransi yang Kembali Gagah Berdiri

Patung yang menjadi simbol toleransi dan persaudaraan di Pakistan itu akhirnya kembali berdiri tegak.

Pemugaran patung Budha Swat (Foto: AFP)

Islamabad – Sekitar 11 tahun lalu, pasukan Taliban meletakkan dinamit di bawah patung Buddha Swat yang berlokasi di tebing granit Pakistan Utara. Dinamit meledak, wajah Budha Swatt pun rusak berat.

Pada Rabu (11/7) kemarin, upaya pemugaran berlangsung sukses. Patung yang menjadi simbol toleransi dan persaudaraan di Pakistan itu akhirnya kembali berdiri tegak.

“Rasanya seperti mereka membunuh ayah saya. Mereka menyerang budaya saya, sejarah,” ujar pemuka Budha Parvesh Shaheen dilansir dari AFP pada Kamis (12/7).

Parvesh menceritakan, satu dekade lalu para militan memanjat patung setinggi enam meter itu untuk meletakkan peledak. Akan tetapi, tak seluruhnya meledak. Karena itu hanya wajah Sang Budha yang mengalami kerusakan.

“Kami tidak membenci siapapun, agama apapun. Apakah masuk akal untuk membenci seseorang?” kata Parvesh.

Populasi Swat saat ini didominasi oleh kalangan Muslim konservatif, di mana norma budaya setempat mewajibkan perempuan mengenakan burqa (cadar).

Namun berabad-abad sebelumnya, Swat dikenal sebagai tanah suci bagi penganut Budha. Hingga abad ke-20, Swat menjadi objek ziarah setiap tahunnya.

Seiring dengan perkembangan Islam yang membuat Hindu dan Budha menjadi minoritas, tulis AFP, kedua agama itu kerap menjadi sasaran diskriminasi atau kekerasan.

Adapun zaman keemasan Swat berlangsung pada abad kedua hingga keempat. Ketika itu, di Swat berdiri lebih dari 1.000 biara, suaka, dan stupa yang tersebar di seluruh lembah.

“Para peziarah disambut oleh gambar-gambar pelindung, patung, dan prasasti. Disusun kiloan meter,” kara seorang arkeolog Italia Luca Maria Olivieri.

TAGS : Budha Patung Pakistan Toleransi




TERPOPULER :