Sabtu, 22/09/2018 00:52 WIB

Leluhur Pertama Anjing di Dunia Diperkirakan dari Siberia

Para ilmuwan mengurutkan genome anjing purba menggunakan gen DNA mitokondria yang diwariskan dari kedua orang tua, dan DNA mitokondria, gen yang diturunkan dari ibu ke keturunan mereka. DNA dikumpulkan dari sisa-sisa anjing kuno Amerika Utara dan Siberia.

Fozil anjing pertama di Dunia (foto: UPI)

Jakarta - Para peneliti menemukan fozil anjing pertama di Amerika Utara berasal dari Siberia. Menurut peneliti anjing tandus itu diperkirakan mengikuti manusia melintasi jembatan darat yang menghubungkan Asia dan Amerika Utara.

Temuan yang diterbitkan minggu ini dalam jurnal Science Advances dimungkinkan oleh studi genom pertama DNA anjing purba.

Para ilmuwan mengurutkan genome anjing purba menggunakan gen DNA mitokondria yang diwariskan dari kedua orang tua, dan DNA mitokondria, gen yang diturunkan dari ibu ke keturunan mereka. DNA dikumpulkan dari sisa-sisa anjing kuno Amerika Utara dan Siberia.

Para ilmuwan membandingkan tanda genetik dari 71 mitokondria dan tujuh genom nuklir, DNA pulih dari seluruh benua dan mencakup sekitar 9.000 tahun sejarah genetik. Hasilnya menunjukkan hubungan kuat antara anjing Amerika Utara paling awal dari keturunan anjing Siberia.

Analisis genetik juga menunjukkan anjing Amerika paling awal yakni tiba sekitar 9.000 tahun yang lalu, beberapa ribu tahun setelah orang pertama muncul tersebar di seluruh benua. Anjing Amerika Utara menghilang tak lama setelah kedatangan orang Eropa pertama.

"Dengan melihat data genomik bersama dengan data mitokondria, kami dapat memastikan bahwa anjing datang ke Amerika dengan manusia, dan bahwa hampir semua keragaman itu hilang kemungkinan besar sebagai akibat dari penjajahan Eropa," Kelsey Witt, yang memimpin penelitian genom DNA mitokondria sebagai mahasiswa pascasarjana di University of Illinois.

"Beberapa anjing modern memiliki jejak dari garis keturunan kuno ini," tambahnya.

"Apa yang kami temukan adalah bahwa anjing-anjing pribumi mengalami sejarah yang jauh lebih menghancurkan dan hampir kehilangan total, mungkin sebagai akibat dari perubahan budaya dan penyakit yang diderita," lanjutnya.

TAGS : Anjing Penelitian Siberia Amerika Utara




TERPOPULER :