Minggu, 23/09/2018 03:23 WIB

Diplomat Iran Ditangkap di Jerman

Diplomat itu, yang diidentifikasi sebagai Assadollah A. berusia 47 tahun, dihentikan oleh polisi

Ilustrasi garis polisi (foto: Patch)

Jakarta - Seorang diplomat Iran ditangkap di Jerman sehubungan dengan rencana pemboman sebuah peristiwa oposisi Iran di Perancis.

Diplomat itu, yang diidentifikasi sebagai Assadollah A. berusia 47 tahun, dihentikan oleh polisi saat mengendarai mobil sewaan di jalan raya di negara bagian Bavaria pada Senin (02/06).

Otoritas Belgia mengatakan diplomat Iran ditahan di Jerman pada Selasa atas laporan sepasang suami istri keturunan Iran.

Pasangan itu ditangkap sebelumnya oleh polisi Belgia di Brussels setelah mereka ditangkap dengan 500 gram peledak TATP dan detonator yang disembunyikan di tas perlengkapan mandi.

Jaksa Belgia mengidentifikasi pasangan itu sebagai Amir S. berusia 38 tahun dan Nasimeh N. berusia 33 tahun dan menuduh mereka melakukan percobaan pembunuhan dan menyiapkan aksi teroris karena merencanakan untuk mengebom sebuah pertemuan Dewan Pertahanan Nasional hari Sabtu.

Seorang tersangka keempat juga ditangkap di Perancis sehubungan dengan plot yang dikatakan pihak berwenang menargetkan acara dekat Paris, yang dihadiri oleh pengacara Presiden AS Donald Trump, Rudy Giuliani.

NCRI dipimpin oleh kelompok pengasingan Iran Mujahedin-e Khalq, yang mengadvokasi "penggulingan" "kediktatoran agama" di Iran, dan menuduh pemerintah Iran mengoordinasi serangan itu.

"Konspirasi kediktatoran teroris yang memerintah Iran untuk menyerang pertemuan besar perlawanan Iran di Villepinte, Paris, digagalkan," kata sekretariat NCRI.

Penangkapan itu terjadi ketika Presiden Iran Hassan Rouhani memulai tur ke Eropa. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menepis tuduhan itu keliru lewat posting di Twitter Senin.

"Iran dengan tegas mengutuk semua kekerasan dan teror di mana saja, dan siap untuk bekerja dengan semua pihak untuk mengungkap apa yang salah taktik bendera, "tulisnya.

TAGS : Diplomat Iran Jerman Teroris




TERPOPULER :