Kamis, 22/10/2020 01:50 WIB

AS akan Tekan Pendapatan Minyak Iran hingga Nol

AS untuk bertemu dengan sekutu Eropa Inggris, Perancis dan Jerman pada akhir pekan untuk membahas Iran. Ia juga bersama pejabat senior Departemen Keuangan AS akan mengunjungi negara-negara Teluk

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (foto: Reuters)

Washington - Direktur Perencanaan Kebijakan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Brian Hook meminta Eropa, Asia dan Timur Tengah memotong impor minyak Iran untuk mendorong Negeri Para Mullah itu menuju negosiasi kesepakatan "lebih baik" dan mengganti kesepakatan nuklir Iran.

Hook mengatakan, berencana untuk bertemu dengan sekutu Eropa Inggris, Perancis dan Jerman pada akhir pekan untuk membahas Iran. Ia juga bersama pejabat senior Departemen Keuangan AS akan mengunjungi negara-negara Teluk "dalam beberapa hari mendatang.

Hook mengatakan kepada wartawan, bahwa tujuan AS adalah untuk mendapatkan sebanyak mungkin dukungan negara ke nol untuk impor minyak Iran.

"Tujuan kami adalah untuk meningkatkan tekanan pada rezim Iran dengan mengurangi nol pendapatannya pada penjualan minyak mentah," kata Hook, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (3/7).

"Kami bekerja untuk meminimalkan gangguan ke pasar global tetapi kami yakin ada cukup kapasitas cadangan minyak global," sambungnya.

Hook mengatakan lebih dari 50 perusahaan internasional telah mengumumkan niat mereka untuk meninggalkan pasar Iran, terutama di sektor energi dan keuangan.

"Kami sudah jelas dengan negara-negara dan perusahaan di seluruh dunia bahwa kami akan melakukan tekanan ekonomi kepada Iran hingga rezim mengubah kebijakan destabilisasi," kata Hook.

Raja Salman dari Arab Saudi berjanji pada Trump pada akhir pekan ini akan meningkatkan produksi minyak jika diperlukan dan bahwa negara itu memiliki 2 juta barel per hari kapasitas cadangan untuk meningkatkan produksi.

Departemen Luar Negeri mengatakan AS mengatakan, sanksi Iran akan mulai berlaku pada 4 Agustus, menargetkan sektor otomotif Iran dan perdagangan emas dan logam-logam penting lainnya.

Sanksi kedua akan diberlakukan pada 6 November, yang menargetkan sektor energi Iran, dengan fokus pada transaksi terkait minyak, ditambah transaksi dengan bank sentral Iran.

 

TAGS : Amerika Serikat Iran Ekonomi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :