PM Australia, Malcolm Turnbull
Sidney - Pemerintahan Australia berjanji meningkatkan kemampuan keamanan siber Vanuatu dengan perjanjian keamanan. Yakni dengan upaya meningkatkan diplomasi menangkal pengaruh China yang meningkat.
Ketegangan memicu hubungan dingin di antara dua mitra dagang itu, dengan titik terendahnya Australia menuduh China ikut campur dalam urusan dalam negeri pada akhir tahun lalu. Juga mengumumkan tindakan keras terhadap campur tangan asing sebagai tanggapannya.Pada April, Australia menyatakan "keprihatinan besar" terhadap laporan bahwa Vanuatu dan China dalam pembicaraan untuk membangun kehadiran militer China di negara Pasifik itu. Namun, laporan itu kemudian dibantah kedua pihak.Dalam kunjungan Perdana Menteri Vanuatu, Charlot Salwai ke Canberra, Australia menawarkan bantuan pendidikan senilai Rp197 miliar dan mengatakan akan membelanjakan sekitar Rp4,2 miliar untuk mengembangkan kebijakan siber dan keamanan Vanuatu.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Siber Keamanan Australia China





















