Jum'at, 16/11/2018 19:07 WIB

Lima Tips Pilih Pompa ASI untuk Ibu Menyusui

Agar Anda tidak bingung, berikut panduan memilih pompa ASI yang aman.
 

Agar Anda tidak bingung, berikut panduan memilih pompa ASI yang aman (Foto: Ilustrasi)

Jakarta - Bagi Anda yang tengah memasuki masa menyusui tentu menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Tidak hanya belajar menyusui secara langsung tetapi ada masa dimana Anda juga menggunakan pompa ASI utuk membantu memerah ASI dan disimpan untuk persediaan jika sedang bepergian misalnya.

Dengan adanya pompa ASI, ibu bekerja yang masih menyusui tidak perlu risau memikirkan asupan ASI buah hati karena di rumah bisa terus menyusui meski sang ibu berada di kantor.

Tetapi yang terkadang jadi masalah adalah para ibu bekerja para ibu bekerja yang menyusui memilih pompa ASI yang aman. Di pasaran terdapat dua macam pompa ASI yang diperjual-belikan, yaitu pompa manual dan elektrik.

Pertimbangkan seberapa sering pompa ASI digunakan. Jika tiap hari, lebih baik membeli pompa elektrik dengan pompa dobel agar ASI bisa dikeluarkan dari dua payudara secara bersamaan.

Namun apabila pompa jarang atau terkadang digunakan, pilih pompa ASI elektrik dengan pompa tunggal atau pompa manual.

Agar tidak bingung, berikut panduan memilih pompa ASI yang aman:

1. Pilih dari bahan plastik yang aman

Jika di pasaran, mayoritas pompa ASI terbuat dari bahan plastik. Meski begitu pastikan jika Anda memilih pompa ASI terbuat dari bahan plastik yang berkualitas dan aman.

Caranya, Anda bisa cek di bagian kemasan/packaging jenis bahan plastik tersebut. Disarankan, kamu memakai bahan plastik pompa ASI yang berbahan plastik High Density Polyehylene (HDPE) atau bebas Bisphenol A (BPA).

2. Pakai pompa ASI milik sendiri

Banyak pakar ASI menyarakan dan mengimbau agar pompa ASI sebaiknya dibeli dalam keadaan baru, tidak membeli pompa ASI bekas yang diproduksi hanya untuk pemakai tunggal.

Alasannya adalah dalam ASI bisa saja terdapat bakteri dan virus, contohnya hepatitis dan HIV. Bakteri dan virus tersebut bisa mengontaminasi pompa ASI dan akhirnya dikhawatirkan dapat menginfeksi ibu dan bayi.

3. Pilih pompa ASI tipe piston

Disarakan agar Anda memilih jenis pompa ASI dengan tipe piston, hindari memilih tipe terompet yang akan menyulitkan proses Anda dalam memberikan tekanan untuk mendapatkan ASI Semetara pompa jenis silindris akan memudahkan kamu mendapatkan kenyamanan dan kelebihan lain juga mudah dibersihkan.

Hal itu ditegaskan Pemerintah melalui Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) tidak menyarankan untuk menggunakan pompa asi tipe squeeze bulb atau lebih dikenal dengan istilah tipe corong seperti terompet, apabila kamu mengalami kesulitan di dalam memilih pompa ASI.

4. Sesuaikan pompa ASI dengan payudara

Pastikan corong pompa pas dengan ukuran payudara agar ASI tidak merembes keluar. Puting payudara harus berada di tengah-tengah corong. Hal ini dimaksudkan agar puting tidak bergesekan dengan corong dan akhirnya melukai payudara.

Kekuatan daya hisap sangat bermanfaat untuk memudahkan kamu memeras ASI, meskipun bagi kmau yang menggunakan pompa dengan daya hisap tinggi akan membuat sedikit sakit ketimbang dengan pompa yang memiliki daya hisap yang rendah.

Pompa dengan daya hisap rendah biasanya dikenal dengan pompa manual, apabila jika menggunakan pompa elektrik, pilih yang menggunakan daya fleksibel.

5. Pompa ASI mudah digunakan

Penggunaan pompa asi yang akan kamu gunakan akan berlangsung dalam jangka panjang minimal sampai bayi kamu berusia 6 bulan, sehingga penting merawat dan membersihkan elemen dari pompa tersebut.

Hindari pula menggunakan pompa yang menggunakan penghisap karet dikarenakan Anda akan kesulitan untuk membersihkan bagiannya.

Penting bagi Anda memilih pompa ASI yang memiliki daya hisap bagus sehingga mengoptimalkan kuantitas ASI yang dihasilkan. Pelajari aturan penggunaan beberapa merek dan jenis pompa ASI untuk menentukan mana yang mudah untuk digunakan, dibongkar-pasang, dan dibersihkan.

TAGS : Tips Pompa ASI Menyusui




TERPOPULER :