Kamis, 22/10/2020 15:52 WIB

AS Bakal Hentikan Latihan Militer di Semenanjung Korea

Setelah KTT Selasa, Trump dan Kim menandatangani dokumen yang dideskripsikan oleh pemimpin Amerika sebagai hal yang penting dan komprehensif.

Donald Trump tiba di Singapura menggunakan Air Force One (Foto: AFP)

Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump berjanji bahwa AS akan menghentikan latihan militer yang sempat dilakukan bersama Korea Selatan di semenanjung Korea, saat bertemu dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, Selasa (12/05) di Sinagpura.

Menurut Trump, Amerika Serikat akan menghentikan langkah provokatif dan latihan militer yang mahal dengan Korea Selatan untuk memfasilitasi negosiasi denuklirisasi dengan Korea Utara.

Sebelumnya, AS dan Korsel mengadakan latihan militer reguler yang sempat mengundang kemarahan Korea Utara, lantaran dinilai sebagai persiapan untuk menyerangnya.

"Latihan militer sangat mahal, kami membayar sebagian besar dari mereka," kata Trump dalam konferensi pers Selasa di Singapura setelah pertemuan bersejarah dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dilansir PressTV.

"Dalam keadaan itu, kami bernegosiasi. Saya pikir tidak pantas untuk bermain perang," tambahnya.

Setelah KTT Selasa, Trump dan Kim menandatangani dokumen yang dideskripsikan oleh pemimpin Amerika sebagai hal yang penting dan komprehensif.

Dokumen itu mengatakan AS dan Korea Utara berkomitmen untuk membangun hubungan baru sesuai dengan keinginan rakyat kedua negara untuk perdamaian dan kemakmuran.

Korea Utara juga menegaskan kembali komitmennya untuk bekerja menuju denuklirisasi lengkap Semenanjung Korea, yang berarti denuklirisasi bertahap sebagai imbalan atas sejumlah komitmen potensial Amerika di sepanjang jalan.

Setelah menandatangani dokumen dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Pulau Sentosa Singapura, Presiden AS Donald Trump mengatakan denuklirisasi di Semenanjung Korea akan dimulai sangat cepat.

Sebelum menandatangani dokumen, Kim mengatakan kedua pemimpin telah mengadakan pertemuan bersejarah dan memutuskan untuk meninggalkan masa lalu. "Dunia akan melihat perubahan besar," katanya.

Presiden AS mengatakan dia telah membentuk ikatan sangat khusus dengan Kim, yang bakal membuat hubungan Washington dengan Pyongyang akan sangat berbeda.

Trump dan Kim tiba di Singapura pada hari Minggu untuk mengadakan pertemuan tatap muka pertama antara para pemimpin kedua negara, yang tetap menjadi musuh sejak Perang Korea 1950-1953.

Sementara KTT dipandang sebagai ujian bagi diplomasi yang dapat mengakhiri kebuntuan nuklir yang sudah lama berlangsung, para ahli kebijakan luar negeri mengatakan taruhannya tinggi jika tidak menghasilkan kesepakatan nuklir.

TAGS : Trump Kim Amerika Korut




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :