Sabtu, 05/12/2020 00:40 WIB

Demokrat Sebut Elite PDIP Cederai Demokrasi

Partai Demokrat menilai elite PDI Perjuangan (PDIP) telah melukai dan menciderai demokrasi di tanah air.

Ketua DPP Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin

Jakarta - Partai Demokrat menilai elite PDI Perjuangan (PDIP) telah melukai dan menciderai demokrasi di tanah air. Hal itu terkait pernyataan Sekretaris Fraksi PDIP di DPR Bambang Wuryanto yang menyebut jika Radar Bogor ada di Jawa Tengah bisa jadi sudah rata dengan tanah.

Wakil Sekjend Partai Demokrat, Didi Irawadi Irawadi Syamsuddin mengatakan, tidak sepantasnya pernyataan tersebut disampaikan oleh elite partai.

"Ancaman salah satu kader partai berkuasa, yang mengatakan andai kantor Radar Bogor berada di Jawa Tengah maka akan rata dengan tanah, sungguh-sungguh sangat melukai dan mencederai demokrasi," kata Didi, kepada Jurnas.com, Jakarta, Sabtu (2/6).

Kata Didi, politik yang bermartabat bukan dengan cara-cara menggunakan otot dan kekerasan. Apalagi, dengan cara-cara geruduk dan hancurkan pihak-pihak yang kritis.

"Kita baru saja merayakan 20 tahun reformasi, reformasi yang lahir dengan darah dan air mata. Sungguh ironis tiba-tiba ada pihak yang hendak mengkhianati reformasi dengan cara melemparkan ancaman yang tidak beradab karena tidak siap untuk dikritik," terangnya.

"Sepahit apapun kritik tersebut, seyogyanya jawablah kritikan itu dengan bekerja dan menghasilkan kinerja yang baik. Itu jauh lebih bermartabat," tegas Didi.

Sebelumnya, Bambang Wuryanto menyebut kedatangan sejumlah kader PDIP ke kantor redaksi Radar Bogor karena membuat pemberitaan negatif terhadap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri adalah hal biasa.

Menurutnya, aksi itu adalah bentuk kedekatan emosional antara seluruh kader PDIP dengan Megawati. "Megawati Soekarnoputri bagi PDIP bukan sekadar Ketum. Itu ibu kami," ujar Bambang di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (31/5).

Bambang bahkan mengatakan, seandainya Radar Bogor ada di Jawa Tengah, bisa jadi kantornya sudah rata dengan tanah. Jawa Tengah selama ini adalah basis kekuatan dan lumbung suara terbesar PDIP.

"Kalau pemberitaan kayak begitu, Radar Bogor memberitakan di Jawa Tengah, saya khawatir itu kantornya rata dengan tanah," tegasnya.

Diketahui, massa kader PDIP menggeruduk kantor Radar Bogor karena protes atas pemberitaan sang Ketum Megawati Soekarnoputri dengan judul "Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp 112 Juta".

TAGS : PDIP Radar Bogor Digeruduk Megawati Soekarnoputri




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :