Senin, 23/09/2019 20:06 WIB

Dapat Kecaman, Starbucks Buat Peraturan Baru untuk Semua Orang

Pengumuman kebijakan, dikirim melalui surat kepada karyawan, mengatakan bahwa

Ilustrasi Starbucks (Foto: Google)

Jakarta - Setiap orang akan dianggap sebagai pelanggan walaupun tidak melakukan pembelian apabila memasuki toko Starbukcs. Bahkan semua orang dapat menggunakan kafe Starbucks, termasuk toiletnya, meski tak melakukan transaksi apapun.

Perubahan kebijakan terjadi sebulan setelah manajer Starbucks Philadelphia menelepon polisi tentang dua pria kulit hitam yang duduk di dalam restoran menunggu seorang teman tanpa memesan apa pun.

Sebuah video penahanan memicu kecaman nasional, termasuk hari-hari protes di Philadelphia. Komisaris polisi kota meminta maaf dan CEO Starbucks Kevin Johnson dan menyebut penangkapan itu patut dicela.

Setelah itu perusahaan mengumumkan semua toko AS akan ditutup pada sore hari 29 Mei untuk melakukan pelatihan bias rasial. Kedua pria itu menetap di kota Philadelphia dan penyelesaian yang dirahasiakan dengan perusahaan.

Pengumuman kebijakan, dikirim melalui surat kepada karyawan, mengatakan bahwa "siapa pun yang memasuki ruang kami, termasuk teras, kafe dan toilet, terlepas dari apakah mereka melakukan pembelian, dianggap sebagai pelanggan.

Sebelumnya, perusahaan Starbucks belum memiliki pedoman jelas tentang cara memperlakukan tamu yang berlama-lama di dalam cafe tanpa melakukan pemesanan.

Toko Philadelphia di mana kedua orang itu ditangkap memiliki tanda-tanda yang memberi tahu orang-orang bahwa kamar mandi dan kafe hanya untuk pelanggan yang memesan.

Pedoman toko untuk karyawan adalah meminta tamu yang tidak membayar untuk pergi. Manajer yang menelepon polisi di Philadelphia tidak lagi bekerja di toko.

TAGS : Starbucks Cafe Kopi




TERPOPULER :