Kamis, 18/10/2018 14:29 WIB

Empat Prinsip Penularan HIV yang Harus Dipahami

HIV belum bisa disembuhkan, tapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit.

Yayasan Syair untuk Sahabat Foundation (SUSF) bersama Grand Galaxi Park bekerjasama dalam program kampanye bagi sembako bagi anak-anak dengan HIV/AIDS.(Foto : Istimewa)

Jakarta - Apa yang terlintas di benak Anda saat mendengar kata HIV/AIDS? Tentunya orang akan berfikir bahwa penyakit yang disebabkan Human Immunodeficiency Virus ini menular dan mematikan. Inilah stigma buruk yang melekat di masyarakat khususnya di Indonesia. Hal ini dikerenakan masyarakat mengetahui informasi terkait penyakit ini secara parsial (tidak menyeluruh).

Yudhi F. Oktaviadhi, Founder dan penulis buku Syair Untuk Sahabat Foundation (SUSF) mengungkapakan betul HIV belum bisa disembuhkan, tapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit.

"Makanya perlu melakukan pemeriksaan rutin setiap bulan untuk memastikan CD4 dalam darah itu tetap normal," jelas Yudhi di Bekasi, Sabtu (12/5).

Lebih lanjut Yudhi mengungkapkan empat prinsip penularan HIV biasa dikenal ESSE (Exit, Survive, Sufficient, Enter). Pertama Exit, berarti virus harus keluar dari tubuh orang yang terinfeksi, baik melalui hubungan seksual (sperma dan semen), ASI, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi.

Kedua Survive, untuk dapat menularkan HIV, virus harus bisa bertahan hidup di luar tubuh. 
"Virus ini tidak bisa bertahan lama di luar tubuh. Sehingga sangat sulit untuk tertular," katanya.

Ketiga Sufficient, dimana jumlah virusnya harus cukup untuk dapat menginfeksi. Jika virusnya hanya sedikit tidak akan berpengaruh. Karena itu jangan percaya dengan orang yang menakut-nakuti ada tusuk gigi atau jarum di tempat umum yang berasal dari orang positif HIV, selain jumlah virusnya sangat sedikit, pasti virusnya juga sudah mati.

Keempat Enter, berarti virusnya harus masuk ke tubuh orang lain melalui aliran darah. Hal ini berarti melalui pertukaran darah antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin atau menyusui, hubungan seksual, baik anal atau vaginal, serta alat tusuk tidak steril yang menembus kulit.

Syair Untuk Sahabat Foundation saat ini membina sekira 100 anak dengan HIV/AIDS dimana mereka adalah anak-anak 15 tahun ke bawah di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi).

"Kita lihat orangtua anak-anak dengan HIV/AIDS hanyalah keluarga biasa, bukan Pekerja Seks Komersil (PSK) atau pengguna drugs. Inilah yang nantinya akan kita berikan sembako," kata Yudhi.

Yayasan Syair.org mempunyai visi menjadi lembaga penggerak kepedulian terhadap masalah-masalah sosial dan kesehatan yang berkembang di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan HIV dan AIDS. "Kami ingin mendorong masyarakat agar lebih memahami tentang HIV dan AIDS. Mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap HIV dan AIDS," katanya.

Bulan ramadan menjadi moment tepat untuk peduli dan berbagi untuk sesama, terutama bagi anak-anak penderita HIV/AIDS. Di moment penuh berkah ini, Grand Galaxi Park (GGP) bekerjasama dengan Syair.org melakukan program kampanye berbagi sembako untuk anak-anak HIV/AIDS.

"Kami mengajak para pengunjung untuk dapat berpartisipasi dengan menyisihkan sebagian kecil dana untuk didonasikan yang hasilnya akan dibelikan bahan-bahan sembako lalu diserahkan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan," jelas Wahyu.

Menyambut datangnya bulan ramadan dan Idul Fitri 1439 Hijriah GGP pengunjung disuguhkan dengan beragam rangkaian hiburan diantaranya lantunan lagu-lagu rohani islami yang dimainkan secara live on the spot di Main Atrium oleh Rampak Bedug, Nasyid, serta adanya penampilan Sufi dance yang akan menemani anda disetiap akhir pekan.

Selama `bulan suci` ini mal ini melangsungkan program `Splendor of Ramadhan` mulai 10 Mei hingga 17 Juni mendatang. Selain itu, penampilan special dari musisi kenamaan Tanah Air yaitu Alika Islamadina, Devano Danendra, dan Young Lex pada 12 Mei 2018 hadir juga Barasuara yang akan memeriahkan event Spendlor of Ramadhan pada 2 Juni 2018.

Wahyu mengatakan, rangkaian event Splendor of Ramadhan ini diadakan untuk mengisi moment ramadan. Dengan harapan, event yang dihadirkan memberikan keceriaan kepada para pengunjung melalui berbagai entertaiment seperti musik, tarian bernuansa islami dan artist-artist yang akan menambah kemeriahan.

"Bahkan, para pengunjung semakin merasakan atmosfer suasana ramadhan dengan adanya dekorasi-dekorasi atau aksesoris bertemakan ramadhan ala timur tengah," jelas Wahyu.

Selain rangkaian acara yang telah disebutkan sebelumnya, dalam event Splendor of Ramadhan, tidak ketinggalan adanya beragam promo belanja yang khusus berlangsung selama bulan ramadan. Salah satunya ialah melalui `Ramadhan Shopping Rush` dimana para pengunjung bisa berbelanja keperluan hari raya Idul fitri dengan promo belanja diskon hingga 80 persen dan berkesempata mendapatkan cashback voucher belanja hingga Rp1 juta serta hadiah menarik lainnya.

TAGS : syair HIV AIDS anak orangtua virus




TERPOPULER :