Minggu, 23/09/2018 01:42 WIB

Jurus Menteri Amran Berantas Kemiskinan Secara Permanen

Angka prasejahtera saat ini sekitar 26 juta, petani 16,2 juta di pedesaan, dan setara dengan 3,5 juta kepala rumah tangga.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman

Jakarta -  Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan gebrakan baru untuk mengentaskan kemiskinan secara perpanen berbasis pertanian. Gerakan ini meliputi jangka pendek dan jangka panjang.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, program tersebut selain mengentaskan kemiskinan ternyata juga pada menyediakan lapangan kerja, padat karya dan mengurangi stunting. Itu disampaikan usai rapat pemantapan pelaksanaan Program "Bekerja" berbasis pertanian di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (28/4).

Ada tiga kabupaten, kata Amran, yang telah berhasil menurunkan angka kemiskinan berbasis pertanian, salah satunya adalah Banyuwangi. Dari angka 39 persen turun menjadi 8,6 persen. Keberhasilan itu tak lepas dari pendekatan by name by address (berdasarkan nama dan alamat, Red) seperti yang tengah digalakkan Kementan yaitu Program "Bekerja".

"Nanti kita ambil data by name by address. Kita tentukan di daerah mana saja 16 juta angka kemiskinan itu berada? Setelah kita tahu, kita bagi lagi. Dikabupaten atau provinsi mana yang paling banyak. Nah nanti kita mulai dari situ. Caranya memulai dengan sistem cluster (kawasan). Misalnya, satu cluster kita tanam komoditas unggulannya," ujar Menteri Pertanian.

Di Indramayu, kata Amran, komoditas unggulannya untuk jangka panjang yakni mangga gedong gincu. Satu kepala rumah tangga misalnya dibagikan lima pohon atau empat pohon. Kita tahu bawah satu indsutri kecil itu butuh 100 hektare. 100 hektare itu kali 100 pohon, berarti 10 ribu pohon. 10 ribu itu di bagi empat atau lima pohon per satu kepala rumah tangga, hasilanya 2500 kepala rumah tangga atau 2000.

"Berarti 2000 rumah tangga ini satu cluster. Itu satu industri. Satu rumah tangga kita berikan lima pohon itu untuk jangka panjang. Ini contoh. Komoditasnya nanti bisa durian, jeruk dan kopi, tergantung kunggulan komparatif  atau kondisi sosialnya daerah itu," terang Amran.

Sama halnya dengan program jangka menengah. Misalnya 50 ayam per kepala rumah tangga, enam bulan kemudian akan bagikan ayam beserta kendang dan pakannya (satu paket). Program ini akan terus dikawal hingga menghasilkan telur.

"Ini ayam KUB (kampung unggulan balitnak, Red). Ayam KUB ini bertelur tiap hari. Kalau bertelur setiap hari maka ia akan dapat 2,2 juta per bulan. Ini baru ayamnya.  Rumah tangga miskin kan 1,5 juta ditambah 2 juta berarti 3,5 juta. Itu baru ayam dengan pendapatan sebelumnya, angka kemiskin 1,5 juta, berarti sudah lepaskan kan?" kata Amran.

Nah untuk jangka pendek, Kementan akan membagikan bibit sayur sayur cabai tomat. Kawasan Rumah Pangan Lestari( KRPL) ini diapresiasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Bakan, Hilal minta Eropa belajar ke Indonesia. "Ini solusi permanen menyelesaikan kemiskinan, karena prosesnya berjenjang. Cantik kan?" ujar Amran.

Untuk diketahui program ini baru difokuskan Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, NTB, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Lampung yang penduduknya besar dengan tingkat kemiskinan paling tinggi. Kemudian Kementan menargetkan 10 kabupaen atau 20 kabupaten akan menyusul.

Sementara untuk eksekusinya, Kementan sinergi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Menteri Sosial dan bupati setempat.

TAGS : Kementan Andi Amran Sulaiman kemiskinan




TERPOPULER :