Senin, 23/09/2019 20:03 WIB

Iran Tuding AS dan Sekutunya Dalang Anjloknya Mata Uang

Para mata-mata itu dirancang untuk merugikan Iran. Mereka meretas dan mencuri informasi negara, mengubah kebijakan pengambil keputusan, menimbulkan masalah keamanan, dan mengganggu ekonomi.

Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Ali Khamenei (Foto: Tehran Time)

Tehran - Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, mata-mata asing bekerja di balik layar untuk menciptakan krisis mata uang asing di Iran.

"Peran orang asing dan dinas intelijen mereka sangat jelas dalam kekacauan baru-baru ini di pasar mata uang Iran," kata Ayatollah Khamenei dalam pertemuan dengan ribuan staf Kementerian Intelijen di Tehran, Rabu (18/4).

Khamenei menjelaskan bahwa para mata-mata itu dirancang untuk merugikan Iran. Mereka meretas dan mencuri informasi negara, mengubah kebijakan pengambil keputusan, menimbulkan masalah keamanan, dan mengganggu ekonomi.

"Republik Islam sedang menghadapi perang yang rumit, sebab para musuh yang kuat menggunakan jasa mata-mata mereka sebagai poros untuk melukai Iran," terang Khamenei  dikutip dari Tehran Time, Kamis (19/4).

Layanan mata-mata para musuh memainkan peran penting dalam konfrontasi mereka dengan Iran. Namun, katanya, organisasi intelijen dari musuh gagal melakukan kerusakan besar terhadap negara ini meskipun semua fasilitas mereka.

"Kami berada di tengah-tengah medan perang besar dengan pembentukan Republik Islam di satu sisi dan front musuh yang besar dan kuat di sisi lain," kata pemimpin 78 tahun itu.

Ia menggarisbawahi bahwa pertahanan saja tidak cukup untuk melawan perang intelijen musuh. Ayatollah Khamenei lebih lanjut meminta personel Kementerian Intelijen untuk tetap berpegang pada prinsip dasar Revolusi Islam dan menghindari condong ke partai politik.

TAGS : Iran Amerika Serikat Ayatollah Ali Khamenei




TERPOPULER :