Jum'at, 20/07/2018 09:53 WIB

Menteri Desa Desak Setiap Daerah Tindak Lanjuti Program Prukades

Prukades menjadi penghubung antara masyarakat desa dengan sejumlah pengusaha dan Perbankan yang sama-sama ingin meraih hasil yang menguntungkan di Desa.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo (Foto: Humasmendes)

Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mendorong agar program Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) yang baru saja ditandatangani bupati baru-baru ini segera di follow up, guna memberikan kesempatan kepada masyarakat mendapatkan pendapatan yang lebih baik di setiap daerah.

"Saya berharap agar dana desa ini bisa terus dimanfaatkan oleh masyarakat desa. Selain itu masyarakat juga bisa terus mengawal program Prukades yang ada di desanya masing-masing," kata Eko.

Prukades merupakan salah satu arahan dari empat program prioritas dari Kemendes PDTT bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi di desa dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa. Program ini bisa menjadi penghubung antara masyarakat desa dengan sejumlah pengusaha dan Perbankan yang sama-sama ingin meraih hasil yang menguntungkan di desa.

Sebagai penghubung, Kemendes PDTT melakukan penandatangan kesepahaman bersama pola kemitraan program Prukades antara Kemendes PDTT, Bupati dan perusahaan terkait tentang pengembangan dan pengelolaan Prukades dengan melibatkan sebanyak 102 kabupaten dan 68 perusahaan di Jakarta Convention Center (JCC) dan Hotel Sultan Jakarta beberapa pekan lalu.

"Dengan model prukades ini, Sejumlah Kementerian terkait turut memberikan dukungan bagi para pengusaha maupun perbankan agar menjadi lebih mudah untuk masuk ke desa. Sehingga, pertumbuhan ekonomi di desa akan terus meningkat," kata Eko.

Model prukades yang diinisiasi oleh Kemendes PDTT adalah dengan memfasilitasi desa yang diwakili oleh pemerintah kabupaten dalam hal ini Bupati untuk dipertemukan dengan dunia usaha, perbankan dan sejumlah kementerian terkait.

Bupati akan diminta untuk menentukan produk unggulannya untuk dibangun dalam satu cluster di kawasan perdesaan agar memiliki skala yang besar agar dunia usaha lebih cepat melirik untuk berinvestasi didesa.

Dunia usaha yang tertarik dengan produk unggulannya akan mengembangkan usahanya di desa. sehingga, perekonomian akan meningkat karena hasil produk dari masyarakat desa yang mayoritas petani karena ada sarana pasca panennya.

Sementara, perbankan akan memberikan bantuan permodalan ataupun pelatihan kepada masyarakat agar produk yang dihasilkan tersebut bisa lebih berkualitas dan bermutu. sedangkan, sejumlah kementerian terkait akan membantu memberikan dukungan dengan memberikan bantuan melalui segala program yang ada dikementerian terkait dengan faktor yang bisa menghambat masuknya dunia usaha atau sulitnya masyarakat desa yang ingin mengembangkan produknya.

"Seperti Kementerian PUPR yang akan membantu sulitnya akses jalan dengan membangun jalan ataupun jembatan, kementerian Pertanian akan memberikan bantuan bibit, pupuk dan traktor secara gratis serta sejumlah kementerian terkait lainnya yang pada dasarnya saling bersinergi dalam membangun desa," katanya.

Eko selalu mengatakan bahwa model prukades ini di arahkan karena desa dinilai tidak bisa berkembang karena masyarakat didesa yang mayoritas berada disektor pertanian tidak bisa memperoleh pendapatan yang lebih baik karena tidak ada sarana pasca panennya. Sedangkan sarana pasca panennya bisa masuk kedesa jika hasil dari desa tersebut memiliki skala ekonomi yang besar.

Sehingga, dengan model Prukades ini, nantinya akan menciptakan skala ekonomi yang besar. Sehingga, dunia usaha dan perbankan akan masuk kedesa karena nilai tambah produk dari desa tersebut terus meningkat. Jadi, masyarakat desa nantinya tidak perlu pusing lagi memikirkan pasarnya atau sarana pasca panennya. Sehingga, model ini nantinya akan dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat didesa dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa.

TAGS : Info Kemendes Prukades Eko Putro Sandjojo




TERPOPULER :