Minggu, 31/05/2020 16:55 WIB

APPERTI: Jangan Sudutkan MUI soal Puisi Sukmawati

Jika kasus Sukmawati ini tidak diselesaikan melalui koridor hukum, maka itu akan menimbulkan preseden buruk di kemudian hari.

Sukmawati Soekarnoputri saat membacakan puisi.

Jakarta - Sekretaris Jenderal Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi Indonesia (APPERTI), Taufan Maulamin mengimbau agar tetap memuliakan dan menghormati Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma`ruf Amin yang memilih menerima permintaan maaf putri Proklamator, Sukmawati Soekarnoputri.

"Dengan tetap memuliakan dan hormat kepada alim ulama dan MUI, kita kawal kasus penistaan agama ini yang dilakukan oleh Sukmawati Soekarnoputri," kata Taufan Maulamin kepada wartawan di Jakarta, Jumat (6/4).

Ia berharap gerakan umat menuntut keadilan tidak menyisakan masalah besar yang berakhir dengan memecah belah persatuan umat. Menurutnya, jika itu terjadi, maka umat akan jauh dan mengalami benturan dengan ulama dan MUI.

"Berhati-hati lah memilih langkah. Pikirkan secara jernih, jangan sampai umat terjebak mencaci dan tidak hormat kepada ulama dan MUI yang merupakan orang tua kita semua," kata Direktur Pascasarjana Institut STIAMI Jakarta.

Menurut Taufan, yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Ibad Arrahman Pandeglang ini, jika kasus Sukmawati ini tidak diselesaikan melalui koridor hukum, maka itu akan menimbulkan preseden buruk di kemudian hari.

"Bukan tidak mungkin akan banyak orang yang seenaknya menghina agama lalu menangis dan meminta maaf," kata Taufan

"Ada sosial efek yang dahsyat jika kasus seperti ini dibiarkan tanpa ada penegakkan hukum. Timbul semangat menista dan menghina agama orang lain yang bisa merusak tatanan sosial," sambungnya.

 

TAGS : Sukmawati Soekarnoputri MUI APPERTI




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :