Minggu, 31/05/2020 17:54 WIB

Puisi Sukma, Umat Islam Diminta Tidak Bereaksi Berlebihan

Keimanan Sukma mungkin sedang lemah

Sukmawati Soekarnoputri saat membacakan puisi

Jakarta - Sukmawati Soekarnoputri dinilai tidak berniat menghina Islam lewat puisi `Ibu Indonesia`. Karena itu, umat Islam diminta bisa memaafkan Sukmawati dan tidak bereaksi berlebihan.

"Saya kira Ibu Sukmawati tidak bermaksud menghina Islam. Sepertinya beliau bermaksud agar bangsa Indonesia tetap memelihara budaya Indonesia dengan senantiasa berbusana dan berbudaya nasional. Terkait dengan azan yang tidak merdu, mungkin yang biasa beliau dengar sedang pas tidak merdu," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu`ti.

Menurutnya, Sukma berasal dari keluarga muslim yang taat beribadah. Ia menilai Sukma sedang melakukan otokritik dan berupaya menyampaikan pesan untuk memelihara budaya Indonesia.

“Ibu Sukmawati seorang muslimah, anak dan cucu para tokoh muslim. Bung Karno dan Ibu Fatmawati adalah muslim yang taat beribadah dan sangat maju. Begitu pula dengan kakek beliau KH Hasan Din di Bengkulu. Sebagai seorang muslimah tidak mungkin beliau berniat dan sengaja menghina Islam dan umat Islam. Lebih tepatnya beliau sedang melakukan otokritik," tambah Mu`ti.

Ia melihat, keimanan Sukma mungkin sedang lemah dan Muhammadiyah siap mendampingi jika Sukma ingin memperdalam Islam.
Seperti diberitakan, Sukma telah angkat bicara mengenai puisinya yang kontroversial. Menurut Sukma, tidak ada unsur SARA dalam puisi yang dibacakannya pada acara memperingati 29 Tahun Anne Avantie Berkarya dalam Indonesia Fashion Week 2018 di Jakarta Convention Center, Rabu (28/3) lalu.

"Saya nggak ada SARA-nya. Di dalam saya mengarang puisi. Saya sebagai budayawati berperan bukan hanya sebagai Sukmawati saja, namun saya menyelami, menghayati, khususnya ibu-ibu di beberapa daerah. Ada yang banyak tidak mengerti syariat Islam, seperti di Indonesia timur, di Bali, dan daerah lain," jelasnya.

TAGS : Sukmawati Soekarnoputri Penistaan Agama




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :