Jum'at, 21/09/2018 09:50 WIB

Ternyata Anjing Bisa Deteksi Perasaan Hati Manusia

Sistem indera penciuman anjing lebih kompleks dibanding manusia, baik bentuk, susunan, luas permukaan maupun pusat penciumannya di otak

Anjing pelacak

Jakarta - Seekor anjing memiliki signal penciuman ribuan kali lebih sensitif daripada manusia. Seekor anjing bisa membaca jejak dengan mencium bekas kencing anjing yang telah ditinggalkan sebelumnya.

Bahkan anjing juga dapat mengenali perasaan hati manusia lewat penciumannya. Perasaan hati tertentu yang dialami manusia ternyata mengaktifkan kelenjar-kelenjar kulit tertentu, yang dapat ditangkap oleh penciuamn anjing.

Sistem indera penciuman anjing lebih kompleks dibanding manusia, baik bentuk, susunan, luas permukaan maupun pusat penciumannya di otak. Jarak setiap lubang hidung lebih kecil, sehingga mereka dapat menghirup udara dari dua daerah yang berbeda ruang yang dihuni oleh 300 juta lebih reseptor.

Penelitian baru menunjukkan bahwa anjing tidak hanya memikirkan barang yang mereka kaitkan dengan bau target, mereka juga menghasilkan visualisasi, atau citra mental, dari target itu sendiri. Jadi tak jarang anjing senantiasa mengenali bau pemiliknya bahkan perasaan hati sang pemilik.

Studi baru, yang dijelaskan di Journal of Comparative Psychology, melibatkan 48 anjing, 25 di antaranya dilatih sebagai polisi atau anjing pencarian dan penyelamatan. 23 lainnya adalah anjing keluarga yang tidak terlatih.

Dalam penelitian tersebut menemukan, anjing yant terlatih dan jenis anjing keluarga masing-masinh memiliki ketajaman penciuman luar biasa. Namun kondisi itu terjadi hanya jika anjing dalam kondisi normal, sehingga sensor penciumannya akan sampai ke otak kemudian memunculkan visualisasi.

Lapisan lendir yang meliputi hidung anjing bentuknya lebih rumit sehingga luas permukaannya lebih besar di bandingkan manusia. Pada manusia luasnya sekitar 5 cm persegi, sedangkan anjing luasnya antara 150-170 cm persegi.

Ketebalan lapisan lendir hidung pada manusia 0,006 milimeter sedangkan anjing 0,1 milimeter atau sekitar 16 kali lebih tebal dibandingkan manusia. Hal inilah yang menjadi petunjuk mengenai ketajaman indera penciuman anjing.

Selain itu pusat penciuman anjing mempunyai prosentasi lebih besar dari pada berat otak seluruhnya. Pada anjing-anjing tua yang telah mengalami kebutaan dan kadang tuli, daya penciumannya masih ada, hingga akhir hidupnya.

Sedangkan pada saat lahir, meski mata dan lubang pendengarannya masih tertutup, indera penciumannya sudah bekerja, yang memungkinkannya untuk mencari dan menemukan putting susu induknya.

TAGS : Anjing Penciuman Penelitian




TERPOPULER :