Sabtu, 24/10/2020 12:54 WIB

Alumni PMII Siapkan Kader di Pemilu 2019

Hanif memaknai momentum politik tersebut dalam kerangka konsolidasi khittah perjuangan IKA-PMII untuk berkontribusi maksimal

Sekjen IKA PMII Hanif Dhakiri

Bandung - Ikatan Alumni PMII (IKA-PMII) menyatakan situasi bangsa Indonesia sekarang ini diwarnai oleh hiruk-pikuk politik. Sebab seperti diketahui, tahun ini akan digelar pemilihan kepala daerah (pilkada) di 171 daerah.

Sementara tahun depan, pemilu legislatif dan pemilu presiden yang bakal digelar serentak sudah terjadwal pada April 2019.

Sekjend IKA PMII Hanif Dhakiri mengatakan, banyak alumni PMII yang terlibat dan ikut berkompetisi baik dalam pilkada, pileg, bahkan pilpres. Dikatakan, pihaknya memaknai momentum politik tersebut dalam kerangka konsolidasi khittah perjuangan IKA-PMII untuk berkontribusi maksimal terhadap bangsa dan negara.

"Namun kami tetap lebih mengedepankan penguatan tatanan internal yang kondusif dan produktif bagi terjaganya stabilitas politik nasional yang damai, aman, dan bersatu," kata Hanif, di Bandung, Senin (5/5).

Ditegaskan pula, IKA-PMII bertekad senantiasa menjadi penyangga utama Nahdlatul Ulama (NU) dalam memelihara, mengembangkan, dan mensosialisasikan ajaran-ajaran NU di bidang amaliyah ubudiyah.

"Serta pemikiran dan pemahaman Islam Aswaja al-Nahdliyah yang rahmatan lil-‘alamin, gerakan sosial-kemasyarakatan, dan politik kenegaraan, khususnya dalam menjaga Pancasila dan NKRI," ujarnya.

Dengan begitu, kata Hanif, atas kesadaran tanggung jawab tersebut, IKA-PMII juga dituntut untuk menyiapkan diri sebagai wadah kaderisasi dan pengembangan sumberdaya manusia.

Agar, mempunyai integritas dan kapasitas yang memadai dalam menjalani peran dan pengabdiannya dalam organisasi NU serta dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Oleh karenanya, penting disadari oleh seluruh alumni PMII agar dengan penuh kerelaan bahu-membahu dan saling mendukung untuk mengambil bagian dalam mengurus dan membesarkan NU," tegas Hanif.

Hanif menambahkan, IKA-PMII perlu mendayagunakan semaksimal mungkin sumber daya alumni untuk mengambil peran dan berkontribusi secara strategis dalam kepemimpinan bangsa dan negara, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional.

Terkait ini, IKA-PMII berpegang pada konsepsi kepemimpinan yang kuat dan visioner, tanggap dan responsif terhadap dinamika sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, dan perkembangan global.

"Secara personal dibutuhkan figur–figur pemimpin bangsa dari kalangan alumni PMII yang tegas dan berkarakter, kharismatik dan berwibawa, serta berintegritas moral yang tinggi, yang bisa membawa Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat," ungkap dia.

Namun, menurutnya semua itu tidak akan terwujud jika tidak tercipta situasi yang kondusif bagi setiap komponen bangsa, baik melalui jalur negara, ormas dan partai politik, untuk berperan aktif dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Dari proses itulah akan lahir kader-kader pemimpin bangsa yang diharapkan," ujar Menteri Ketenagakerjaan ini.

Guna membangun regenerasi dan kesinambungan organisasinya, lanjut Hanif, Rakernas IKA-PMII memutuskan untuk menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) VI sebagai forum tertinggi dalam organisasi IKA-PMII, yang direncanakan berlangsung pada bulan Mei 2018.

Rakernas ini juga merekomendasikan agar penyelenggaraan Munas VI dijadikan momentum penting untuk mengawal ide dan gagasan kepemimpinan nasional yang mampu mewujudkan keadilan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

TAGS : IKA PMII Hanif Dhakiri Pemilu 2019 Pilkada




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :