Selasa, 27/10/2020 09:45 WIB

Aris Budiman akan Ditarik Polri dari KPK

Saut menepis penarikan Aris oleh Polri terkait dengan Sanusi terhadap dirinya,  yang diduga melakukan pelanggaran kode etik beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang

Jakarta - Mabes Polri dikabarkan akan menarik  Aris Budiman dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kabar itu tak dipungkiri oleh Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang.

Saat ini, Aris Budiman menjabat sebagai Direktur Penyidikan KPK. Menurut Saut Aris ditarik oleh Polri dalam rangka promosi. ‎ "Promosi, kayak mas Heru deputi penindakan yang juga promosi ke BNN," ucap Saut melalui pesan singkat, Jumat (2/3/2018).

Sayangnya, Saut tak menyebut posisi apa yang akan dijabat Aris di Polri. Yang jelas, kata Saut, pihaknya tak bisa menahan Aris untuk tetap di KPK bila Polri menariknya untuk ditempatkan pada posisi lain. "Kalau menahan ya tidak bisa lah, itu kan induk organisasinya," kata dia.

Saut menepis penarikan Aris oleh Polri terkait dengan Sanusi terhadap dirinya,  yang diduga melakukan pelanggaran kode etik beberapa waktu lalu. "Tapi kalau saya nilai dua tahun ini saya lihat yang bersangkutan cukup perform dan inovatif," tutur Saut.

Posisi Deputi Penindakan KPK saat ini lowong sepeninggal Inspektur Jendral Heru Winarko yang diangkat menjadi Kepala BNN. KPK bakal membuka lelang jabatan Deputi Penindakan dengan menggunakan pihak ketiga.

Saut mempersilakan semua pihak yang memenuhi persyaratan untuk ikut mendaftar. Termasuk jika Aris Budiman ikut mendaftar untuk seleksi menjadi Deputi Penindakan.  "Setiap orang yang memenuhi syarat boleh lah ikut," tandas Saut.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK, Basaria Panjitan mengatakan, pihaknya telah meminta Polri, Kejaksaan Agung untuk mengirimkan anggotanya mengikuti seleksi. Proses seleksi dijadwalkan akan dibuka mulai 10 Maret 2018 oleh pihak ketiga. Saat ini KPK sedang mencari pihak ketiga untuk melaksanakan rekrutmen pengganti Heru.

"Nanti akan dibuka, siapa saja bisa mendftar dan kita sudah minta ke Polisi, minta ke Jaksa, nanti yang memnang tender ini untuk melakukan asesmen, ini mereka yang melakukan penyaringan," tutur Basaria.

Sejauh ini baru pihak Kejagung yang mengirimkan seorang jaksa untuk mendaftar dalam rangka mengikuti seleksi menjadi Deputi Penindakan. "Kalau saya tidak salah dari jaksa (Kejagung),  dari itu sudah ada (menyerahkan nama untuk mendaftar)," ujar Basaria.

Lebih lanjut dikatakan Basaria, internal KPK juga bisa mengikuti proses seleksi tersebut untuk menduduki posisi sebagai Deputi Penindakan. Basaria berharap sosok yang terpilih nanti bisa seperti Heru, yang mampu menjaga komunikasi, baik dengan pimpinan maupun sesama pegawai.

Deputi Penindakan KPK sendiri diketahui membawahi tiga Direktorat. Yakni, Direktorat Penyelidikan, Direktorat Penindakan, Direktorat Penuntutan, serta Unit Kerja Koordinasi dan Supervisi.

"(Pak Heru) hubungan dengan pimpinan bagus, hubungan dengan sesama juga bagus. Dan memberikan semangat untuk tim-tim juga cukup bagus, cukup berpengalaman," tandas Basaria.

TAGS : KPK Aris Budiman Polri




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :