Minggu, 20/10/2019 03:11 WIB

Ilmuwan Siapkan Metode Baru Redakan Demensia Alzheimer

Penyakit Alzheimer menjadi salah satu penyakit yang diprediksi bakal menyerang 16 juta orang hingga 2050 mendatang.

Ilustrasi otak (foto: Google)

Jakarta - Penyakit Alzheimer menjadi salah satu penyakit yang diprediksi bakal menyerang 16 juta orang hingga 2050 mendatang. Namun hingga saat ini belum ada metode penyembuhan yang pas untuk melawan penyakit mematikan itu.

Kini, ilmuwan mencoba mempraktikkan metode baru dengan menggunakan alat pacu jantung untuk otak. Alat tersebut merupakan seperangkat elektroda mungil yang ditanam secara implan di lobus frontal (otak yang berada tepat di belakang dahi, Red).

Dari hasil penelitian awal yang diterbitkan oleh Journal of Alzheimer`s Disease, cara baru ini ternyata dapat memperlambat perkembangan demensia pada beberapa orang.

Sekedar perlu diketahui, demensia merupakan penurunan fungsi otak yang menyebabkan berkurangnya daya ingat, menurunnya kemampuan berpikir, memahami sesuatu, hingga memahami bahasa.

"(alasan) Alat pacu tersebut diletakkan di lobus frontalis karena lobus frontalis bertanggung jawab atas hal-hal yang berkenaan dengan pemecahan masalah, pengorganisasian, dan penilaian," ujar Direktur Duvusu Beurologi Kognitif Wexner Medical Center, Dr Douglas Scharre.

"Dengan memberikan rangsangan pada wilayah otak ini, maka penurunan fungsi kognitif pasien bisa diperlambat," sambungnya.

Dilansir dari Ifl Science, LaVonne Moore, seorang pasien 85 tahun asal Ohio, Amerika Serikat merupakan penderita Alzheimer. Pada 2013 dia menjalani terapi ini, dengan kondisi tubuh yang sudah menurun dan tidak bisa makan sendiri. Dua tahun kemudian, LaVonne bisa mengumpulkan bahan dan memasak makanan sendiri. Dia juga bisa memilih pakaian yang tepat untuk tamasya dan keluar rumah.

"LaVonne telah menderita Alzheimer lebih lama dari yang saya tahu, dan itu terdengar negatif. Tapi ini benar-benar positif karena menunjukkan bahwa kami sudah melakukan sesuatu dengan benar," kata suami LaVonne, Tom Moore (65).

TAGS : Kesehatan Sains Alzheimer Otak Demensia




TERPOPULER :