Selasa, 25/09/2018 19:41 WIB

AS Tutup Layanan Publik, Dolar Tergelincir

Ilustrasi

Tokyo - Nilai tukar Dolar Amerika Serikat merosot dibanding mata uang utama lain di Tokyo. Penurunan terjadi menyusul penutupan layanan publik oleh Pemerintah AS (US Shutdown).

Hingga kini, pelaku pasar uang masih bersikap menunggu dan melihat perkembangan di Washington.

Penghentian tersebut mulai berlaku pada Jumat tengah malam setelah Partai Demokrat dan Republik, gagal menyepakati pendanaan operasional pemerintah.

Untuk memecahkan kebuntuan, para pemimpin Partai Republik dan Demokrat dari Senat A.S. mengadakan pembicaraan pada hari Minggu. Senat akan memberikan suara apakah akan melakukan tindakan untuk mendanai pemerintah tersebut sampai 8 Februari.

Indeks dolar terhadap enam mata uang utama turun 0,1 persen di level 90,490 DXY.

"Kerugian dolar terbatas karena negosiasi hari Jumat terbukti sulit dan pasar memiliki waktu untuk membayar harga di penghentian pemerintah A.S." kata Shin Kadota, ahli strategi senior di Barclays di Tokyo seperti dikutip dari reuters.

"Penutupan juga diperkirakan tidak akan berlangsung lama. Konon, jika shutdown berlangsung sampai beberapa minggu, maka kita harus mulai mengkhawatirkan dampak negatif ekonomi A.S," ujar Kadota.

Dolar melemah 0,15 persen pada level 110,685 yen JPY.

Sebelumnya diberitakan, Mulai Sabtu (20/1) Pemerintah Amerika Serikat (AS) menutup layanan publik (shutdown) menyusul pemblokiran RUU perpanjangan dana oleh senator. Pemblokiran terjadi setelah Partai Demokrat dan Republik gagal mencapai kesepakatan tentang dana operasi sengketa imigrasi dan pengamanan perbatasan.

Perdebatan sengit antara dua fraksi besar di Senat AS itu memuncak pada Jumat (19/1) tengah malam. Dalam sebuah sesi larut malam tersebut, senator memblokir sebuah RUU untuk memperpanjang dana pemerintah sampai 16 Februari. RUU tersebut mensyaratkan 60 suara dari 100 anggota senat.Namun, hanya 50 anggota yang mendukung.

Sebagian besar anggota senat dari Partai Demokrat menentang undang-undang tersebut karena usaha mereka untuk memasukkan perlindungan bagi ratusan ribu imigran muda, yang dikenal sebagai dreamers ditolak oleh Presiden Donald Trump dan pemimpin Republik.


TAGS : Dolar AS Tokyo




TERPOPULER :