Selasa, 27/10/2020 09:41 WIB

AS Tutup Layanan Publik

Dalam sebuah sesi larut malam tersebut, senator memblokir sebuah RUU untuk memperpanjang dana pemerintah sampai 16 Februari.

Gedung Putih Amerika Serikat

Washington - Mulai Sabtu (20/1) Pemerintah Amerika Serikat (AS) menutup layanan publik (shutdown) menyusul pemblokiran RUU perpanjangan dana oleh senator. Pemblokiran terjadi setelah Partai Demokrat dan Republik gagal mencapai kesepakatan tentang dana operasi sengketa imigrasi dan pengamanan perbatasan.

Perdebatan sengit antara dua fraksi besar di Senat AS itu memuncak pada Jumat (19/1) tengah malam. Dalam sebuah sesi larut malam tersebut, senator memblokir sebuah RUU untuk memperpanjang dana pemerintah sampai 16 Februari. RUU tersebut mensyaratkan 60 suara dari 100 anggota senat.Namun, hanya 50 anggota yang mendukung.

Sebagian besar anggota senat dari Partai Demokrat menentang undang-undang tersebut karena usaha mereka untuk memasukkan perlindungan bagi ratusan ribu imigran muda, yang dikenal sebagai dreamers ditolak oleh Presiden Donald Trump dan pemimpin Republik.

Perundingan yang sengit antara Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell dan pemimpin Demokrat Senat Chuck Schumer tidak membawa hasil. Oleh karenanya, secara teknis Pemerintah AS tidak mendapat dukungan dana untuk melanjutkan layanan publik. Meski demikian, senat berkomitmen untuk tetap melanjutkan perundingan hingga tercapai sebuah kesepakatan.

Penutupan layanan publik secara formal dimulai pada hari Sabtu (20/1), bertepatan dengan ulang tahun pertama pelantikan Presiden Donald Trump.

Seperti dikutip dari reuters, Minggu (21/1) sampai kesepakatan pendanaan selesai, sejumlah agen federal di seluruh negeri tidak dapat beroperasi, dan ratusan ribu pekerja federal akan dikenai cuti sementara yang belum dibayar.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut Presiden AS Donald Trump langsung menyalahkan Partai Demokrat.

"Malam ini, mereka menempatkan politik di atas keamanan nasional, keluarga militer, anak-anak kita yang rentan, dan kemampuan negara kita untuk melayani semua orang Amerika," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

Dikatakan juga, pemerintath tidak akan membahas imigrasi sampai pemerintah berjalan normal kembali.

"Kami tidak akan menegosiasikan status imigran yang melanggar hukum sementara Demokrat menahan warga negara kita yang disandera atas tuntutan sembrono mereka. Inilah perilaku pecundang penghalang, bukan legislator," lanjut pernyataan Gedung Putih.

TAGS : Amerika Serikat Penutupan Layanan Publik




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :