Jum'at, 16/11/2018 16:47 WIB

Ingin Diet, Hentikan Kebiasaan Ini

Studi tersebut menunjukkan bahwa seseorang cenderung makan berlebihan di malam hari.

Ilustrasi diet turun badan

Jakarta - Penelitian yang dilakukan School of Medicine di Baltimore menyebutkan kebiasaan makan makanan kecil alias ngemil di malam hari menyulitkan seseorang untuk melakukan diet.

Pasalnya, kebiasaan tersebut malah akan membuat berat badan meningkat, lantaran tubuh sedikit berkativitas, hingga proses metabolisme tubuh berkurang.

Studi tersebut menunjukkan bahwa seseorang cenderung makan berlebihan di malam hari, terutama jika sedang merasa stres. Namun tentu itu akan merusak proses diet yang dilakukan seseorang.

"Orang bisa mengambil langkah untuk mengurangi risiko makan berlebihan dengan makan di awal hari, atau menemukan cara alternatif untuk mengatasi stres," kata pemimpin peneliti Susan Carnell, asisten profesor psikiatri dan ilmu perilaku di Johns Hopkins School of Medicine di Baltimore.

Penelitian tersebut melibatkan 32 orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas, berusia 18 sampai 50 tahun. Separuh dari partisipan tersebut telah lama berjuang dengan makan berlebihan, telah didiagnosis menderita gangguan makan.

Dalam penelitian ini, semua peserta berpuasa selama delapan jam, kemudian mendapat makanan 608 kalori pada jam 9 pagi atau 4 sore. Sekitar dua jam setelah makan itu, para peserta "tertekan" dengan meletakkan satu tangan dalam satu ember air dingin selama dua menit.

Kemudian 30 menit kemudian, semua orang ditawari hidangan prasmanan dengan pizza, keripik, kue kering dan permen coklat. Tes darah melacak kadar hormon kelaparan dan hormon kepenuhan sepanjang percobaan.

Menurut tim Carnell, kadar hormon kelaparan naik dan tingkat hormon kekenyangan lebih banyak di malam hari dibandingkan pagi hari. Tes stres tampaknya mendorong tingkat ghrelin lebih tinggi tapi hanya di sore hari. Dalam percobaan tersebut, malam adalah saat berisiko tinggi untuk makan berlebihan, terutama jika seseorang stres.

TAGS : Tips Kesehatan Diet Penelitian




TERPOPULER :