Selasa, 25/09/2018 19:41 WIB

Militer Myanmar Akui Bunuh 10 Muslim Rohingya

Tentara Myanmar

Jakarta - Militer Myanmar mengakui pada Rabu (10/01) telah membunuh 10 Muslim Rohingya yang baru-baru ini ditemukan di sebuah kuburan massal.

Dalam sebuah pernyataan di Facebook, komandan militer Myanmar, Min Aung Hlaing, mengatakan bahwa warga Rohingya yang terbunuh adalah "teroris Bengali". Mereka merupakan bagian dari kelompok lebih besar dari 200 orang yang menyerang tentara Myanmar dengan tongkat dan pedang tahun lalu.

Sepuluh Muslim Rohingya di kelompok tersebut ditangkap dan dieksekusi, menurut sebuah penyelidikan internal yang diluncurkan setelah sebuah kuburan massal ditemukan bulan lalu.

"Beberapa penduduk desa Din Din dan pasukan keamanan mengaku telah membunuh 10 teroris Bengali," kata Min. "Keputusan dibuat untuk membunuh mereka di sebuah pemakaman."

"Tentara akan bertanggung jawab kepada mereka atas pembunuhan dan yang melanggar peraturan,"lanjutnya.

"Insiden ini terjadi karena warga desa etnis Buddha diancam dan diprovokasi oleh para teroris."

Kelompok Hak Azasi Manusia di seluruh dunia menuduh pemerintah Myanmar melakukan genosida terhadap minoritas Muslim Rohingya selama bertahun-tahun.

Namum Pemerintah Myanmar secara konsisten membantah semua tuduhan. Meski pernyataan Min Aung Hlaing pada Rabu menuduh Rohingya yang terbunuh karena menjadi teroris, ini adalah pertama kalinya pemerintahnya melakukan kejahatan terhadap orang-orang Rohingya.

"Pengakuan mengerikan ini adalah keputusasaan yang tajam dari kebijakan militer untuk melarang penyangkalan," James Gomez, direktur regional Amnesty International untuk Asia Tenggara dan Pasifik, mengatakan kepada RFA.

"Namun, ini hanyalah puncak gunung es dan menjamin penyelidikan independen yang serius terhadap tindakan kekejaman lainnya di tengah kampanye pembersihan etnis yang telah mengusir lebih dari 655.000 orang Rohingya dari Negara Bagian Rakhine sejak Agustus lalu."

Antara bulan Agustus dan September, diperkirakan bahwa pemerintah Myanmar membunuh sekitar 9.000 Rohingya, termasuk 1.000 anak di bawah usia 5 tahun.

TAGS : Myanmar Rohingya Pembunuhan




TERPOPULER :