Jum'at, 10/07/2020 06:36 WIB

Tahun Politik, Peredaran Uang Naik 12 Persen

Ilustrasi Uang

Jakarta - Tahun politk 2018 diproyeksikan turut meningkatkan jumlah peredaran uang. Dibanding 2017, jumlah peredaran uang tahun ini bakal naik 12 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi mengatakan, peredaran uang pada 2017 mencapai Rp694,8 triliun. Suhaedi memperkirakan jumlah tersebut akan melonjak 10-12 persen pada tahun politik 2108. Rata-rata pertumbuhan tahunan uang yang diedarkan (uyd) adalah 10 persen.

"Kami perkirakan di rentang 10-12 persen, tapi kami akan lihat terus karena semuanya bergantung pada faktor pertumbuhan ekonomi," ujar Suhaedi di Jakarta, Jumat (5/1).

Suhaedi meyakini kegiatan ekonomi akan bergerak lebih cepat pada 2018 dibanding 2017. Bank Sentral memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada 2018 akan berada pada 5,1-5,5 persen (yoy).

Terdapat tiga faktor yang akan mendorong pertumbuhan uang yang diedarkan. Yakni pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan nilai tukar rupiah. Suhaedi mengatakan ketiga parameter itu menunjukkan perbaikan pada 2018.

Selain itu, kata Suhaedi, secara spasial, pertumbuhan ekonomi di daerah juga meningkat dan mendorong pertumbuhan uang beredar.

Jika merujuk pada realisasi 2017, pertumbuhan uang yang diedarkan telah mencapai 13,4 persen menjadi Rp694,8 triliun. Pertumbuhan tersebut merupakan yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

BI juga melihat terdapat faktor sentimen masyarakat yang ingin menukarkan uangnya dengan uang emisi terbaru yang dikeluarkan pada akhir 2016.

"Itu juga mendorong permintaan uang kartal," ujar dia.

Namun, masih tingginya pertumbuhan uang kartal menimbulkan spekulasi mengenai penetrasi cara pembayaran nontunai di masyarakat. Suhaedi melihat justru pembayaran nontunai dan tunai sama-sama bertumbuh. Artinya, pembayaran nontunai belum menggerus secara signifikan cara pembayaran tunai, kecuali pembayaran dengan uang logam.

Suhaedi mengatakan permintaan uang logam menurun drastis setelah gencarnya sosialisasi pembayaran nontunai untuk jasa transportasi.

"Namun, faktor lainnya karena didorong kegiatan ekonomi," ujarnya.

TAGS : Tahun Politik Peredaran Uang BI




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :