Minggu, 06/12/2020 00:33 WIB

Trump Ancam Tombol Nuklir Hingga Rezim Korut Kelaparan

Donald Trump meminta kepada pemerintahannya menyampaikan pesan kepada Kim Jong Un bahwa Amerika Serikat  (AS) juga memiliki tombol di atas meja untuk meluncurkan nuklir.

Donald Trump (Foto: AFP)

Pyongyang - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membalas ancaman Pemimpin Korea  Utara, Kim Jong Un.  Ia meminta kepada pemerintahannya menyampaikan pesan kepada Kim Jong un bahwa Amerika Serikat  (AS) juga memiliki tombol di atas meja untuk meluncurkan nuklir yang jauh lebih besar dan kuat.

"Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan "Tombol Nuklir ada di mejanya setiap saat."  Tolong beritahu kepada rezim yang kekurangan dan kelaparan itu,  saya juga memiliki Tombol Nuklir, jauh lebih besar & kuat daripadanya, dan tombol saya bekerja!," ujar Trump melaui akun Twitter miliknnya, Rabu (3/2).

Hal itu disampaikan menanggapi ancaman Kim  Jong un dalam pidato tahun barunya yang disiarkan melalui televisi pemerintah. Ia mengatakan Pyongyang memiliki sebuah tombol untuk meluncurkan nuklir di mejanya. 

Kim Jong un mengatakan, Pyongyang secara terbuka ingin berdialog dengan Seoul. Pada saat yang sama, ia menekankan bahwa negaranya tak akan menanggalkan program rudal dan nuklirnya.

Pada Selasa (2/1), Presiden Korsel Moon Jae-in menyambut niat baik Kim Jong untuk berdialog Selasa pekan depan. Namun satu sisi, ia menekankan bahwa mempererat hubungan antar-Korea tidak dapat dilakukan secara terpisah dengan menyelesaikan program nuklir Korut.

Menanggapi sikap Korut yang tiba-tiba itu, Trump mengungkapkan motif di balik keinginan Korut berdialog dengan Korsel. Ia mengatakan, sanksi yang mulai menggerogoti Pyongyang atas nuklir dan misilnya salah satu penyebabnya.

"Sanksi dan lainnya mulai berdampak besar pada Korut. Prajurit berbahaya (Kim Jong un) melarikan diri ke Korsel," tulis Trump di akun Twitter miliknya, Rabu (3/1).

"Manusia Roket (Ledakan Trump kepada Kim Jong un) ingin berbicara dengan Korsel untuk pertama kalinya. Mungkin itu kabar baik, mungkin juga tidak. kita lihat nanti!," sambungnya.

TAGS : Korea Utara Amerika Serikat Korea Selatan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :