Selasa, 24/09/2019 02:40 WIB

10 Orang Penentang Pemerintahan Iran Tewas

Unjuk rasa pertama kali muncul di kota terbesar kedua Iran, Masshad, untuk menentang kenaikan harga-harga.

Seorang wanita menghindari bom asap dari polisi Iran (foto: AFP)

Dubai -  Unjuk rasa puluhan ribu orang di berbagai kota tersebut menunjukkan perlawanan terbesar warga terhadap kepemimpinan Iran sejak kerusuhan pro-reformasi pada 2009. Aksi meninggalkan duka. Dikabarkan, 10  orang tewas dalam unjuk rasa di Iran.

"Dalam beberapa kejadian tadi malam, sekitar 10 orang tewas di beberapa kota," kata stasiun televisi pemerintah tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Iran adalah salah satu negara penghasil terbesar minyak dunia dan kekuatan utama kawasan, yang terlibat dalam kemelut kawasan di Suriah dan Yaman untuk memperebutkan pengaruh dengan Arab Saudi.

Keterlibatan Iran dalam sengketa kawasan itu membuat warga kecewa karena mereka ingin pemerintah lebih fokus menciptakan lapangan kerja daripada menghabiskan uang negara untuk perang di luar negeri.

Unjuk rasa pertama kali muncul di kota terbesar kedua Iran, Masshad, untuk menentang kenaikan harga-harga. Unjuk rasa itu kemudian meluas ke berbagai kota lain dan berkembang menjadi demonstrasi politik anti-pemerintah.

Sejumlah pengunjuk rasa bahkan meminta pemimpin agung Ayatollah Ali Khamenei untuk mundur dan menuding pemerintah sebagai pencuri. Warga marah atas korupsi dan krisis ekonomi di negara yang tingkat pengangguran anak mudanya mencapai 28,8 persen pada tahun lalu.

Dalam pidatonya, Rouhani mengatakan bahwa warga Iran memang berhak untuk mengkritik pemerintah, namun juga memperingatkan akan adanya pembubaran. "Pemerintah tidak akan membiarkan mereka yang merusak fasilitas umum, melanggar aturan, dan menciptakan kerusuhan," kata Rouhani.

Dari aksi itu, dua orang tewas ditembak di kota Izeh dan sejumlah orang lain terluka. Hingga kini belum diketahui apakah dua orang itu termasuk bagian dari 10 orang tewas yang diberitakan stasiun televisi negara.

"Saya tidak tahu apakah penembakan itu dilakukan oleh pengunjuk rasa atau polisi. Kasus ini tengah diselidiki," kata anggota parlemen Hedayatollah Khademi. (Reuters/ILNA)

TAGS : Iran Ayatollah Ali Khamenei




TERPOPULER :