Kamis, 26/11/2020 21:49 WIB

50 Tahun Dikuasai Asing, Akhirnya Blok Mahakam Kembali ke Indonesia

Blok Mahakam Kalimantan Timur

Jakarta - Setelah 50 tahun dikuasai oleh perusahaan asing, PT Total E&P Indonesie (TEPI) dan Inpex, akhirnya tambang gas Blok Mahakam,Kalimantan Timur, kembali ke Indonesia. Mulai hari ini, Senin, 1 Januai 2018, PT Pertamina (Persero) resmi mengambil alih  pengelolaan ladang gas terbesar di Indonesia tersebut.

Proses serah terima pengelolaan ditandai dengan penyerahan pengelolaan Wilayah Kerja (WK) Mahakam dari TEPI & Inpex kepada Pemerintah, yang diwakili oleh Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (31/12/2017). Selanjutnya, Amien menyerahkan kepada PT Pertamina (Persero) yang diwakili oleh Direktur Hulu Syamsu Alam.

Blok Mahakam yang berada di Kalimantan Timur telah dikelola TEPI & Inpex selama 50 tahun. Amien mengatakan, Blok Mahakam merupakan produsen gas bumi terbesar di Indonesia yang menyumbang sekitar 13 persen produksi gas nasional.

"Sebagai wakil Pemerintah Indonesia kami mengucapkan terima kasih atas kontribusi dan kerja keras Total E&P Indonesie sebagai Kontraktor Kontrak Kerjasama WK Mahakam serta Inpex Indonesia sebagai mitra TEPI," jelas Amien dalam keterangan resminya, Minggu (31/12/2017).

Seluruh persiapan alih kelola sudah disiapkan dalam dua tahun terakhir. Hal ini, lanjut Amien, untuk menjaga kontinuitas operasional WK Mahakam setelah 31 Desember 2017.

"SKK Migas, Pertamina Hulu Mahakam, dan TEPI telah bekerjasama untuk proses alih kelola yang lancar demi terlaksananya kesinambungan operasi dan produksi migas dari WK Mahakam," jelas Amien.

Sementara itu, Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan selama masa peralihan Pertamina telah melakukan berbagai upaya dan koordinasi dengan semua pihak terkait. Pertamina menegaskan, Pengelolaan WK Mahakam merupakan tugas negara yang akan dijalankan sebaik baiknya sesuai tugas pokok dan fungsi Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara.

“Sebagai komitmen menjaga kesinambungan operasi dan produksi, sampai hari ini kami telah menuntaskan pemboran 14 sumur dan akan menyelesaikan sumur ke-15 dalam beberapa hari ke depan," tegas Syamsu.

Komitmen Pertamina untuk kesinambungan produksi di wilayah kerja juga dibuktikan dengan pengucuran anggaran 2018 yang lebih dari US$1,7 miliar untuk kegiatan eksplorasi, pengembangan dan produksi.

Berdasarkan data SKK Migas, per November 2017, WK Mahakam berproduksi minyak dan kondensat sebesar 52 ribu barel minyak per hari dan 1.360 juta kaki kubik gas bumi per hari. Potensi di Blok Mahakam masih cukup menjanjikan. Cadangan terbukti per 1 Januari 2016 sebesar 4,9 TCF gas, 57 juta barel minyak dan 45 juta barrel kondensat.

TAGS : Pertamina Blok Mahakam




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :