Sabtu, 05/12/2020 21:50 WIB

KPK Serap Anggaran Negara Rp780,1 Miliar

Anggaran negara yang paling besar digunakan KPK pada tahun 2017 salah satunya yakni untuk pembangunan Gedung Merah Putih.

Gedung KPK RI (foto: Jurnas)

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghabiskan anggaran negara sebesar Rp 780,1 miliar sepanjang tahun 2017. Penyerapan anggaran itu untuk berbagai kegiatan lembaga antikorupsi dalam kurun satu tahun ini.

Demikian disampaikan Ketua KPK, Agus Rahardjo saat jumpa pers catatan akhir tahun 2017, di Gedung penunjang KPK, Jakarta, Rabu (27/12/2017). Tahun 2017 ini, dana yang dianggarkan untuk lembaga antikorupsi senilai Rp 849,5 miliar.
‎ ‎
"Penyerapan anggaran pada tahun ini sebesar Rp780,1 miliar   atau sekitar 91,8 persen," ucap Agus.

Dikatakan Agus, anggaran negara yang paling besar digunakan KPK pada tahun 2017 salah satunya yakni untuk pembangunan Gedung Merah Putih. Gedung tersebut kini telah dijadikan kantor KPK.

Gedung Merah Putih juga dibangun bersamaan dengan gedung penunjang lainnya. Dalam gedung penunjang itu dibangun juga Rumah Tahanan (Rutan) untuk para tersangka kasus korupsi.

"Alhamdulillah pekerjaan tahap akhir bagian interior gedung utama Gedung Merah Putih KPK selesai sesuai target, sehingga pada awal tahun 2017 seluruh pegawai KPK sudah menempati gedung baru tersebut. Diresmikan pada 6 Oktober 2017 KPKterdiri atas 2 lantai yaitu lantai dasar dan mezanin dengan kapasitas cabang rutan total  sejak saat itu, 37 tahanan," tutur Febri.‎

Dari penyerapan anggaran negara sebesar Rp 780,1 miliar itu, ada yang digunakan  untuk membiayai atau menggaji 1557 pegawai KPK. Selain itu, perekrutan pegawai baru melalui program Indonesia memanggil.

"Komposisi pegawai terbesar berada pada kesekjenan 661 pegawai tau 42,45 persen diikuti kedeputian penindakan total 352 pegawai atau 22,61 persen, termasuk di dalamnya 56 penyelidik, 93 penyidik terdiri atas 45 penyidik tetap dan 48 penyidik PN Polri dan 83 penuntut umum," ujar Febri.

TAGS : KPK




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :