Jum'at, 26/02/2021 23:25 WIB

Novanto Tak Sendiri, Politikus Gerindra: di Banggar Ada Olly, di Komisi ada Ganjar

Ferry menilai, surat dakwaan jaksa memberi kesan bahwa kasus korupsi yang merugikan negara Rp2,3 triliun itu hanya dilakukan oleh Novanto sendiri.

E-KTP

Jakarta - ‎Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta mengusut tuntas semua pihak yang terlibat korupsi proyek e-KTP bersama-sama Setya Novanto. Pasalnya, Setya Novanto diyakini ‎tak sendiri dalam mengurus anggaran proyek bernilai Rp 5,9 triliun tersebut.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono dalam diskusi bertajuk `Setnov Effect`, di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (16/12/2017).‎ Dikatakan Ferry, surat dakwaan Novanto yang dibacakan Jaksa KPK seolah memberikan ketidakadilan terhadap mantan Ketua Umum Golkar tersebut.

Pasalnya, ‎nama-nama politikus yang sebelumnya disebut menerima uang, tidak dicantumkan dalam surat dakwaan Novanto. Misalnya, nama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey. Saat proyek e-KTP bergulir,Yasonna dan Ganjar ‎duduk di Komisi II DPR. Sementara Olly merupakan pimpinan Badan Anggaran DPR.‎

"Logikanya, dalam penentuan anggaran di DPR ada hubungan antara fraksi, komisi dan badan anggaran," ucap Ferry.

‎Ferry menilai, surat dakwaan jaksa memberi kesan bahwa kasus korupsi yang merugikan negara Rp2,3 triliun itu hanya dilakukan oleh Novanto sendiri. Dimana Novanto dikesankan seperti mampu mengkoordiniasikan anggota DPR, pengusaha dan pejabat kementerian.

Padahal, lanjut Ferry, semua mengetahui bahwa mekanisme alokasi anggaran di DPR harus melalui persetujuan sejumlah pihak. Termasuk, komisi yang terkait, badan anggaran (Banggar) dan fraksi partai politik.

"Di Banggar ada Pak Olly, di Komisi ada Pak Ganjar. Sangat lucu, sekarang dikesankan korupsi hanya dilakukan sendirian," ungkap Ferry.

Sementara itu, kuasa hukum Setya Novanto, Maqdir Ismail mengatakan, kliennya diperlakukan tidak adil oleh KPK.

Menurut Maqdir,‎ seolah-olah kliennya dibuat bertindak sendiri dalam kasus yang didakwakan KPK.

"Ya pasti ada perasaan Beliau (Novanto) diperlakukan tidak sama, itu pasti," ucap Maqdir dalam kesempatan yang sama.‎

TAGS : Korupsi e-KTP KPK Setya Novanto




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :