Kamis, 26/11/2020 16:58 WIB

Konflik Israel-Palestina Tak Untungkan Ekonomi China

Pemerintah China pembentukan negara Palestina yang merdeka, yang didasarkan pada perbatasan pra-1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

Juru bicara Kementerian Perdagangan China, Gao Feng (Foto: People`s Daily)

Beijing - Pemerintah China pembentukan negara Palestina yang merdeka, yang didasarkan pada perbatasan pra-1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

Hal itu disampaikan juru bicara kementerian luar negeri dalam konferensi pers reguler, Kamis (14/12) menyusul deklarasi Organisasi Kerjasam Islam (OKI) menegaskan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

"China memahami kekhawatiran negara-negara Islam tentang status Yerusalem," kata juru bicara Lu Kang, menurut media pemerintah Xinhua. 

"Resolusi untuk masalah tersebut sesuai dengan resolusi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang relevan dan konsensus internasional," tambahnya dilansir dari RT, Sabtu (16/12)

PBB menganggap Yerusalem Timur menduduki wilayah Palestina, namun berharap suatu hari nanti Yerusalem dapat menjadi ibu kota dua negara bagian, Israel dan Palestina. Pekan lalu PBB menegaskan bahwa posisinya tetap tidak berubah sehubungan dengan pengumuman Donald Trump bahwa Amerika Serikat akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv.

China juga menyerukan agar dialog segera dimulai antara Israel dan Palestina sehingga resolusi yang komprehensif dan adil terhadap isu Palestina dapat ditemukan.

Juru bicara kementerian luar negeri China, Geng Shuang mengungkapkan kekhawatirannya pekan lalu bahwa pernyataan Trump akan memicu eskalasi ketegangan.

Konflik tersebut juga dapat berdampak pada program investasi berharga di Israel. Saat ini China merupakan mitra dagang terbesar ketiga Israel setelah Amerika Serikat dan Uni Eropa, dan tujuan ekspor terbesar kedua.

Pada bulan Agustus, China mengungkapkan sebuah proposal yang ditujukan untuk mengakhiri konflik antara Israel dan Palestina. Kedua wilayah dianggap sebagai "mitra penting" dalam inisiatif `One Belt, One Road` di China, sebuah usaha besar untuk membangun hubungan perdagangan dan infrastruktur di seluruh Eurasia.

 

TAGS : Yerusalem Paletina Israel Amerika Serikat China




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :