Minggu, 06/12/2020 00:38 WIB

4 Faktor Penyebab Airlangga Terpilih Secara Aklamasi

Airlangga Hartarto resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar menggantikan posisi Setya Novanto. Apa faktor penyebab Airlangga terpilih secara aklamasi?

Ketum Golkar, Airlangga Hartarto

Jakarta - Airlangga Hartarto resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar menggantikan posisi Setya Novanto. Apa faktor penyebab Airlangga terpilih secara aklamasi?

Menurut Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terpilihnya Airlangga sebagai Ketum definitif Golkar.

Pertama, sosok dan figur Airlangga adalah anti tesis dari Novanto, punya rekam jejak bagus, tidak punya beban moral serta relatif berintegritas, tidak bikin gaduh dan tidak berpolemik di Golkar.

"Airlangga Hartato, terbukti diterima di internal baik di level kader grasroot maupun di tingkatan elite pengurus elite penentu Golkar, hampir tidak ada riak gelombang penolakan dan perlawanan sehingga sukses dipilih secara aklamasi menjadi ketua umum Golkar definitif," kata Pangi, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (14/12).

Kedua, lanjut Pangi, Airlangga berada pada posisinya poros tengah yang bisa diterima baik oleh semua faksi dan gerbong Golkar. Airlangga juga dianggap piawai berselancar ke kubu Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie dan diterima poros Agung Laksono.

Ketiga, restu Jokowi juga sangat menentukan terpilihnya Airlangga secara aklamasi. Menurutnya, terpilihnya Airlangga menjelaskan dan mengkonfirmasi bagaimana saktinya presiden Jokowi mengendalikan Golkar. Sehingga, dukungan Golkar mengusung Jokowi pada Pilpres 2019 dipastikan aman pasca terpilihnya Airlangga.

"Sesuai dengan hipotesis awal saya, siapa yang direstui Jokowi, maka itu lah real ketum Golkar. Pengurus dan internal Golkar tak begitu kuasa, karena begitu kuasanya dan kuatnya pengaruh Istana sehingga pengaruh Jokowi ngak bisa terbendung di Golkar," terangnya.

Terakhir, kata Pangi, geng Universitas Gajah Mada (UGM) koneksi juga menjadi variebel ikut menentukan terpilihnya Airlangga. Mengingat Airlangga merupakan alumni UGM.

"Selain itu, Bapak Airlangga Hartato adalah Hartato Sastro Sunarto, menteri perindustrian era Soeharto, orang Solo (sintemen primordialisme) dekat juga dengan keluarga Jokowi sehingga memberikan effeck yang sempurna memudahkan Airlangga mendapat restu presiden Jokowi," kata Pangi.

Diketahui, Airlangga resmi menjabat menjadi Ketum Partai Golkar menggantikan posisi Setya Novanto. Keputusan itu berdasarkan hasil rapat pleno Partai Golkar, di Kantor DPP Golkar, Rabu (13/12).

Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan, Novanto dinonaktifkan setelah berstatus sebagai terdakwa. "Pergantian dari bapak Setya Novanto kepada Airlangga Hartarto definitif ditetapkan pada rapat pleno," kata Nurdin.

TAGS : Ketum Golkar Airlangga Hartarto Setya Novanto




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :