Selasa, 20/11/2018 19:26 WIB

Remaja Palestina Ini Jadi Simbol Protes soal Yerusalem

Fawzi al-Juneidi (16 tahun) ditahan di Hebron pada Kamis setelah diseret dengan wajah babak belur oleh belasan tentara Israel.

Fawzi al-Juneidi (16 tahun) ditahan di Hebron pada Kamis setelah diseret dengan wajah babak belur oleh belasan tentara Israel (Anadolu).

Hebron - Remaja Palestina Fawzi al-Juneidi menjadi simbol protes melawan keputusan Presiden AS Donald Trump pekan lalu untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Al-Juneidi, 16 tahun, ditahan pada Kamis saat kerusuhan pecah di Hebron, sebuah kota di Tepi Barat (Al-Khalil) dan diseret dengan mata tertutup kain oleh belasan tentara Israel.

Rashad al-Juneidi, paman pemuda ini mengatakan keponakannya tidak sengaja digelandang oleh tentara saat sedang berbelanja untuk keluarganya.

“Dia dipukuli dengan parah dan ditahan oleh tantara Israel,” kata Rashad kepada Anadolu Agency.

Ia menambahkan, keponakannya adalah pencari nafkah utama bagi tujuh anggota keluarganya.

“Dia harus putus sekolah dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” dia menambahkan.

Paman al-Juneidi mengatakan masa tahanan keponakannya diperpanjang selama tiga hari oleh pengadilan di Penjara Militer Ofer, Israel. Dia dijadwalkan bersidang lagi pada Kamis depan.

Dipukuli

Wesa mal-Hashlamon, fotografer Anadolu Agency yang mengambil gambar penahanan al-Juneidi mengatakan pasukan tentara Israel sedang menangkapi para remaja yang melakukan protes sambil melempari batu di kota Hebron. 

“Anak itu lewat, dia langsung ditahan – dan dipukuli dengan parah – oleh para tentara,” kata al-Hashlamon. “Mereka melemparnya ke tanah, menginjak-injak tubuhnya dan menutup matanya dengan kain sebelum menahannya.”

Foto Fawzi al-Juneidi ini kemudian menjadi viral.

Fawzi bukan satu-satunya anak di bawah umur yang ditahan oleh Israel. Pada 2015, iHAK menyebut ada 2.634 anak-anak Palestina ditahan Israel, 22 di antaranya wanita. Pada 2016, angka ini menjadi 887. Sepanjang 2017, sudah ada 700 anak-anak Palestina menghuni penjara Israel.

Pada Rabu, Presiden AS Donald Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memulai persiapan untuk memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem, membalikkan kebijakan AS yang selama berpuluh tahun berusaha netral soal kota suci tersebut.

Aksi AS ini memicu protes luas di daerah pendudukan Palestina dan beberapa negara lain, termasuk kecaman dari negara-negara Arab dan Muslim sedunia.

TAGS : Protes Fawzi al-Juneidi Remaja Palestina Yerussalem




TERPOPULER :