Selasa, 18/09/2018 20:57 WIB

Hati-hati, Ini Tanda Perempuan yang Alami Disfungsi Seksual

Gangguan fungsional (disfungsi, Red) seksual tidak hanya terjadi pada laki-laki. Demikian pula wanita.

Ilustrasi perempuan sakit

Jakarta - Gangguan fungsional (disfungsi, Red) seksual tidak hanya terjadi pada laki-laki. Demikian pula wanita. Berdasarkan hasil survey Cleveland Clinis, sebanyak 43 persen wanita lebih banyak mengalami disfungsi seksual, dibandingkan dengan laki-laki yang hanya sekitar 31 persen.

“Meskipun besarannya kurang dari wanita, namun laki-laki lebih mudah untuk berkonsultasi ke dokter untuk mengadukan masalah seksual mereka, ketimbang wanita,” ungkap pakar dari pusat kesehatan The Ohio State University Wexner, Brett Worly, MD.

Tidak ada alasan untuk memaksa wanita untuk mengungkapkan permasalahan seksual mereka, meskipun Anda sebagai pasangan. Namun, Anda dapat membaca tanda-tanda ini untuk mengatasi problem yang dihadapi oleh pasangan Anda. Apa saja?

  1. Vagina kering

Vagina yang kering dapat disebabkan oleh perubahan hormone yang terjadi selama masa menyusui atau memasuki usia menopause. Dikutip dari Everyday Health, dalam jurnal yang diterbitkan pada 2010 silam, setengah dari 1000 wanita yang memasuki masa menopause mengalami vagina yang kering

Solusi : Gunakan pelumas dan pelembab sebagai alat bantu untuk mencapai kepuasaan seksual, seperti Jelly K-Y, Aqua Lube, Astroglide, dan Replens. Jika membutuhkan bantuan dokter, Anda dapat meminta resep pil oral non-estrogen yang dapat membantu meringankan kekeringan dan nyeri yang disebabkan oleh menopause.

  1. Keinginan untuk melakukan hubungan seksual rendah

Menjelang menopause, biasanya hormone libido wanita akan menurun. Namun, menurunnya libido tidak saja hanya terjadi bagi wanita yang menopause. Libido rendah bias disebabkan oleh beberapa masalah medis, seperti diabetes, tekanan darah rendah, dan masalah psikologis seperti depresi.

Solusi : Anda dan pasangan dapat berkonsultasi ke dokter spesialis jika berkaitan dengan masalah kesehatan fisik. Namun jika menemui masalah psikis atau emosional, Anda bisa menemui psikiater.

  1. Merasa sakit saat melakukan hubungan seksual

30 persen wanita merasa nyeri saat melakukan hubungan seksual. Demikian hasil penelitian yang diterbitkan di Jurnas of Sexual Medicine pada April 2015 silam. Nyeri dapat disebabkan oleh kekeringan vagina, atau masalah medis, seperti kista ovarium atau endometriosis.

Solusi : Segera konsultasi dengan dokter Anda untuk memperoleh pengobatan atau terapi tertentu.

  1. Kurang bergairah

Kurang gairah atau sulit untuk terangsang terjadi karena beberap alasan, seperti cemas atau kurang pemanasan (foreplay). Perubahan hormone, vagina kering, atau usia menopause dapat menjadi alasan hilangnya mood Anda untuk mendapatkan gairah saat bercinta.

Solusi : Lakukan terapi seksual atau mengonsumsi obat-obatan tertentu yang dapat meningkatkan gairah seksual Anda.

  1. Kesulitan mencapai orgasme

Masalah orgasme merupakan persoalan yang umum dialami oleh pasangan suami-istri. Mencapai puncak kenikmatan dalam bercinta tidak selalu dapat dilakukan oleh wanita dan pria secara bersamaan. Masalah orgasme yang khusus dialami oleh wanita biasanya disebabkan oleh kecemasan, kurang pemanasan (foreplay), candu terhadap obat-obatan tertentu, atau penyakit kronis.

Solusi : Konsultasi ke dokter, atau coba untuk meningkatkan kualitas hubungan seksual Anda bersama pasangan. Anda dapat menggunakan vibrator (alat getar) sebagai alat bantu seks, agar pasangan mencapai orgasme.

TAGS : Seks Kesehatan Tips




TERPOPULER :