Senin, 01/03/2021 08:29 WIB

Sekutu AS Sebut Kebijakan Trump Soal Yerusalem Tak Membantu

Sekutu tradisional Washington meminta Amerika Serikat menghormati parameter yang disepakati secara internasional.

Logo PBB (Foto: Beapeacekeeper)

Tehran - Sekutu tradisional Washington mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump setelah mengakui al-Quds (Yerusalem) sebagai ibukota Israel. Ia menyebutnya tidak membantu, dan memintaya menghormati parameter yang disepakati secara internasional.

Pada Jumat (8/12) Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) bertemu atas permintaan delapan dari 15 anggota, Inggris, Prancis, Swedia, Bolivia, Uruguay, Italia, Senegal dan Mesir. Pertemuan itu berselang dua hari setelah Trump mengumumkan kebijakan kontroversialnya.

Dalam sebuah pernyataan bersama setelah pertemuan tersebut, Inggris, Prancis, Jerman, Swedia dan Italia mengatakan bahwa keputusan Amerika Serikat tidak membantu dalam hal prospek perdamaian di wilayah tersebut

"Kami siap berkontribusi pada semua upaya yang dapat dipercaya untuk memulai kembali proses perdamaian, berdasarkan parameter yang disepakati secara internasional, yang mengarah pada solusi dua negara," kata mereka.

"Kami mendorong Pemerintah Amerika Serikat mengajukan proposal rinci untuk penyelesaian Israel-Palestina," sembungya, dilansir Tasnim, Sabtu (9/12)

Duta Besar Mesir untuk PBB Amr Aboulatta mengatakan, keputusan Amerika Serikat memiliki dampak serius dan buruk pada proses perdamaian.

Meski begitu, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Haley mengatakan Washington memiliki kredibilitas sebagai mediator baik dengan Israel maupun Palestina. Ia menuduh PBB justru merusak daripada memajukan prospek perdamaian dengan menyerang secara tidak adil terhadap Israel.

"Israel tidak akan pernah, dan tidak boleh, diintimidasi oleh PBB, atau oleh kumpulan negara-negara yang telah membuktikan bahwa mereka mengabaikan keamanan Israel," kata Haley.

Namun, Duta Besar Palestina Riyad Mansour mengatakan pada pertemuan darurat bahwa keputusan baru Washington merongrong dan pada dasarnya mendiskualifikasi peran kepemimpinannya untuk mencari perdamaian di wilayah tersebut

Ia berpendapat bahwa Amerika tidak dapat terus memonopoli proses perdamaian karena Washington bias mendukung Israel. Ia mendesak DK PBB untuk mencela apa yang ia sebut sebagai keputusan yang tidak bertanggung jawab.

Resolusi DK PBB yang diadopsi pada Desember tahun lalu menegaskan bahwa tidak akan diakui adanya perubahan pada jalur 4 Juni 1967, termasuk mengenai Yerusalem, kecuali disetujui oleh para pihak melalui perundingan.

Resolusi tersebut disetujui dengan 14 suara yang mendukung dan saat itu Presiden Amerika Serikat Barack Obama memilih abstain, menolak tekanan berat dari Israel agar Washington menggunakan hak vetonya.

TAGS : Yerusalem Israel Amerika Serikat Mesir Obama




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :