Minggu, 28/02/2021 13:49 WIB

Terkait Yerusalem, Sejumlah Gereja di Afrika Selatan Gelar Doa Bersama

Akhir pekan ini telah dinyatakan sebagai

Bendera Israel berkibar di depan Kubah masjid Shakhrah dan kota Yerusalem (AFP/Thomas Coex)

Afrika Selatan - Akhir pekan ini dinyatakan sebagai "Weekend of Prayer" oleh beberapa Gereja Afrika Selatan untuk memprotes pelanggaran Hak Asasi Manusia Israel. Salah satu pemimpin gereja di balik inisiatif tersebut adalah Pendeta Ntuthuko Nkosi.

"Doa Akhir Pekan juga akan mengingatkan delegasi yang akan menghadiri konferensi Kongres Nasional Afrika (ANC) minggu depan," jelas Pendeta Nkosi, dilansir MEMO, Sabtu (9/12)

"Kami, sebagai pendeta Kristen Afrika Selatan, berharap mereka akan mengirim pesan yang jelas bahwa pelanggaran hak asasi manusia Israel terhadap orang-orang Palestina harus diakhiri," sambungya

Diharapkan juga ANC mengeluarkan sebuah resolusi untuk menurunkan Kedubes Afrika Selatan di Israel. Pendeta Nkosi dan rekan-rekannya juga mengambil tindakan ini sebagai tanggapan atas provokasi  Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Ini melanggar hukum internasional dan memiliki konsekuensi negatif kepada orang-orang Kristen Palestina pribumi yang secara rutin menolak akses ke tempat-tempat suci Kristen seperti Gereja Makam Suci," kata Pendeta Nkosi.

"Meskipun kami menyadari penderitaan orang-orang Kristen Palestina, kami sangat menyadari bahwa penindasan Israel ini dihadapi oleh orang-orang Palestina tanpa mengena keimanan mereka."

Ia memperingatkan agar konflik tersebut menjadi masalah agama. "Ini adalah isu hak asasi manusia," katanya.

"Solidaritas kita dengan rakyat Palestina mempersatukan kita sebagai orang Afrika Selatan dan kita harus mengingatkan orang-orang di dalam lobi pro-Israel yang ingin menjadikannya masalah memecah belah di negara kita."

Puluhan ribu orang dari beragam komunitas Kristen di Afrika Selatan akan ikut serta dalam program doa tersebut. Doa akan dikatakan dalam bahasa Inggris, Zulu, Xhosa dan bahasa lainnya, sesuai keinginan jemaat.

"Kita tidak boleh lupa bahwa orang-orang di Palestina adalah beberapa pengikut Kristus yang pertama," Pendeta Nkosi menambahkan. "Dalam doa kita, kita akan meminta agar parodi kebohongan dan kebohongan yang diajukan terhadap orang-orang Palestina akan berhenti."

Penyelenggara program tersebut telah menerima surat dari orang Kristen Palestina di Bethlehem, yang ditujukan kepada ANC. "Kami menyerukan kepada negara-negara yang benar hari ini dan yang terpenting saudara dan saudari kita di Afrika Selatan untuk memimpin jalan di halaman sejarah yang lain," kata orang-orang Palestina.

TAGS : Yerusalem Afrika Selatan Weekend of Prayer




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :