Selasa, 07/04/2020 11:22 WIB

Paus Beberkan Sikap Bungkamnya terhadap Tragedi Rohingya

Paus Fransiskus membeberkan alasan mengapa ia tidak menyebut nama Rohingyaselama lawatannya ke Myanmar.

Paus Fransiskus memimpin sebuah misa di Katedral St Mary di Yangon, Myanmar (Foto: Via Sky News)

Dhaka - Pemimpin Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus mengungkapkan alasannya mengapa ia tidak menyebut nama Rohingya selama lawatannya ke Myanmar. Ia justru lebih banyak menggunakan "penghormatan terhadap setiap etnis dan identitasnya" 

Ia baru menggunakan kata Rohingya setelah tiba di Bangladesh pada Jumat (1/12). Ia menyakinkan wartawan bahwa pesannya telah terdengar saat pertemuan pribadi dengan pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dan kepala militer Min Aung Hlaing.

"Saya tidak ingin mengkritik di depan wajah mereka secara terbuka. Tetapi saya merasa puas dengan dialog, dan membiarkan pihak lain berdialog. Dengan cara ini pesannya akan tersampaikan.

"Saya tidak menegosiasikan kebenaran. Saya melakukannya dengan cara sedemikian rupa agar ia mengerti bahwa tidak mungkin mengulang hari ini seperti apa yang dilakukan di masa lalu. Itu adalah pertemuan yang baik, beradab, bahkan sampai di sana, pesannya sampai."

Setelah melakukan pembicaraan dengan Paus, Suu Kyi menyebut krisis Rohingya sebagai situasi di negara bagian Rakhine yang telah menarik perhatian dunia.

Ia telah menerima kecaman internasional karena gagal mengenai krisis pengungsi terburuk di Asia dalam beberapa dasawarsa. Namun, paus tampaknya memiliki simpati terhadap posisinya, karena pemenang Hadiah Nobel Perdamaian tidak memiliki kekuatan atas jendral yang dimiliki pemerintahannya.

Karena mengalami transisi politik setelah puluhan tahun kediktatoran militer, Paus mengatakan bahwa mungkin saja Myanmar membuat dua langkah maju, satu langkah mundur seiring kemajuannya.

"Kemungkinannya harus dilihat melalui dari sudut pandang ini," tambahnya dari negara tersebut, sebelumnya dikenal sebagai Burma.

Beberapa dari etnis Rohingya yang berhasil sampai di Bangladesh dapat bertemu dengan Paus di Dhaka selama kunjungannya pada Jumat (1/12). Mereka meneteskan air mata saat  mendengar nama mereka disebut untuk pertama kalinya oleh paus.

TAGS : Myanmar Rohingya Paus Fransiskus




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :